Label

Pengikut

Total Tayangan Laman

Jumat, 31 Desember 2010

Berhentilah, Jika Keterlanjuran itu menodai Kita

     
     Keterlanjuran yang sudah dan sedang kita rasakan adalah bagian dari kisah hidup kita. Sebagaimana jejak-jejak hidup kita yang lain, hal ini juga memerlukan sikap yang jelas. Agar keterlanjuran itu menjadi peristiwa yang bermakna. Seorang mukmin harus selalu berusaha untuk menjadikan setiap peristiwa dalam hidupnya dan peristiwa di sekitarnya memancarkan semburan sinar makna yang terang. Untuk bekal dan pelajaran berharga.
     Ketika terlanjur kita memutuskan, terlanjur kita memilih, terlanjur kita mengayunkan kaki, terlanjur kita mengulurkan tangan untuk mengambilnya, maka inilah sikap yang harus kita lakukan.
     "Bagaimana lagi, semuanya sudah dijelaskan," kata nabi mensikapi keterlnjuran yang dilakukan seorang sahabat.
     Sahabat ini menikahi wanita saudara sesusunya yang secara hukum haram dinikahi. Dia tidak tahu kalau wanita itu adalah saudaranya sesusu. Terlanjur dia mencintai, terlanjur sebagai hidup ini telah dihabiskan bersama, terlanjur hatinya berjanji untuk setia selamanya.
     Ternyata suatu hari dia dikejutkan oleh kedatangan ibu yang menyusui mereka berdua yang memberitahukan masalah ini. Sahabat yang menyadari beratnya keterlanjuran ini datang pada Rasulullah untuk mengadukan masalah. Dia harus memilih antara berpisah dengan belahan jiwanya atau terus dalam keterlanjuran yang tidak dibenarkan dalam islam. Rasul pun memanggil ibu itu. Kesaksian ibu itulah yang membuat Nabi berkata, "Bagaimana lagi, semuanya sudah dijelaskan." Tidak ada pilihan lain, kecuali harus berpisah. Seberat apapun. Sesulit apapun. karena jika terus melangkah, mereka berada dalam jalan yang berdosa.
     Jadi, tidak ada kata terlanjur dalam dosa. Sebagian berdalih kasihan, sebagian berdalih tidak sanggup berpisah, sebagian berdalih agar tidak menyinggung perasaan, akhirnya memutuskan untuk terus berjalan di atas jalan dosa.
     Tapi peristiwa sahabat di atas adalah pelajaran bagi kita, agar kita tidak lagi mempertimbangkan makhluk, selama Sang Kholik sudah ridho dengan tekad kita untuk kembali ke jalan kebenaran.
     Fudhail bin Iyadh adalah orang yang sangat menyesali keterlajuran masa lalunya yang sangat hitam. Terlajur dia menjadi orang besar di dunia perampokan. Terlajur dia menjadi tokoh yang disegani di dunia hitam. Tetapi kata terlanjur itu dihapus, kita dia menyadari langkahnya salah.
     Inilah bagian dari ungkapan hatinya yang paling dalam, " Barang siapa yang mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka ketahuilah dia akan berdiri di pengadilan-Nya. Yang berarti harus ada pertanggunjawaban. Maka, hendaklah dia menyadari menyiapkan jawaban dari setiap pertanyaan. Dengan cara menutupi yang telah lalu dan memperbaiki yang tersisa, maka Allah akan mengampuni apa apa yang yang telah berlalu dan apa yang telah tersisa. Jika dia masih dalam kejahatannya, maka dia akan merasakan balasan dosa yang telah berlalu dan yang masih tersisa."
     Dapat kita rasakan perasaan dan tekad Fudhail yang tertatah di susuna kata-katanya. Apa yang salah di masa lalu harus diperbaiki. Ini akan menghapus keterlajuran di masa lalu dan memperbaiki waktu yang tersisa. Tidak ada kata terlajur, karena hanya akan membuat masa lalu menjadi beban dosa dan masa depan makin keruh saja.
     Setiap kita pasti pernah berosa. Dan tetap saja," sebaik-baik yng berbuat kesalahan adalah mereka yang mau cepat kembali," sabda Nabi. Tidak pernah ada kata terlajur dan terlambat untuk bertaubat. Berhenti total adalah jawaban dan tidak mungkin ditawar. Sebelum kita hancur oleh kata terlajur.
SUMBER : TARBAWI / EDISI 66 / 21 AFUSTUS 2003

Selasa, 21 Desember 2010

Keterlanjuran Karena Salah Perhitungan

    
      Hari itu adalah hari yang sulit bagi Syarik bin Abdillah An-Nakho'i. Beliau ahli ilmu yang terkenal dengan kezuhudannya yang hidup pada abad ke dua Hijriah. Karena hari itu ia dihadapkan pada tiga pilihan dari Khalifah Al-Mahdi, Khalifah Abdsiyah ketika itu. Pilihannya, bersedia menjadi  hakim, bersedia mengajar privat anak-anak khalifah atau bersedia mendatangi jamuan makan di istana. Padahal beliau sebelum ini perah ditawari untuk menjadi hakim dan mengajar privat anak-anak khalifah dan sudah beliau tolak. Ketika tawaran kedua ini sudah satanag, maka beliau berfikir sederhana.
     Syarik memilih untuk mendatangi jamuan makan di istana. Dia pikir itulah pilihan yang mempunyai resiko terkecil. Akhirnya Syarik datang. Jamuan makanan telah tersedia di meja hidangan. Segala bentuk makanan lezat berikut minumannya sudah siap disantap. seorang juru masak sempat berseloroh, "Syarik tidak akan selamat setelah jamuan ini."
     Ternyata apa yang diperkirakan juru masak itu benar. setelah santapan selesai, dia dikukuhkan langsung di istana sebagai hakim dan pengajar privat anak-anak khalifah. Syarik tidak berdaya untuk menolaknya. Dan gaji dari baitul mal juga sudah disiapkan untuknya.
     Syarik menyesal keterlanjuran pilihannya yang salah itu sekian lama. Sampai ketika dia sudah melaksanakan tugasnya sekali pun, penyesalan tidak pernah hilang. Seperti yang dia ungkapan kepada pegawai baitul mal yang sedang menghibur penyesalannya itu. Syarik justru berkata, " Aku telah menjual semua agamaku." Tapi mau apa lagi, susu yang tumpah ke tanah tak mungkin diambil lagi.
     Sebenarnya apa yang dilakukan Syarik bukanlah dosa. Juga bukan merupakan aib hidup. apalagi tugas mahkamah yang penting itu harus dipegang oleh orang berilmu dan zuhud seperti dia agar keadilan tegak diatas bumi. Tetapi dengan kezuhudannya, Syarik lebih memimilih untuk hidup jauh dari penguasa yang penuh dengan syubhat dan dekat pada kedzaliman. Dia lebih memilih ilmu dan ibadah.
     Pilihan-pilihan hidup kita, kita lah penentunya. Pertimbangan matang setelah berpikir dan bertanya merupakan sebuah upaya agar tidak ada penyesalan di belakang hari. Seperti yang dirasakan Syarik.
     Kita bisa kurang pertimbangan atau salah pilih dalam memilih sekolah, jurusan kuliah, tempat tinggal, teman, jodoh, atau pihan-pilihan hidup kita yang lain. Untu itulah salah pertimbangan dan perhitungan bisa menyebabkan kita berkata terlajur. maka sebelum terlanjur, pikirkanlah masak-masaka dan timbanglah dalam-dalam.
SUMBER :TARBAWI/EDISI 66/ 21 AGUSTUS 2003    

Minggu, 12 Desember 2010

Terlanjur Karena Urusan yang Remeh

     
     Urusan remeh sering menjadi biang bencana. masalah kecil bisa menjadi pemicu masalah besar. " karena api besar itu berasala dari percikan kecil, " kata seorang penyair.
     Maka dari itulah, seorang muslim selayaknya selalu memiliki kontrol kuat ketika berpikir dan melangkah. urusan remeh tidak boleh disepelekan. urusan kecil bukan tidak perlu diperhatikan. apalagi meremehkan sesuatu yang sebenarnya besar. menganggap kecil sesuatu yang sebenarnya tidak kecil.
     Awalnya mungkin hanya berniat bercanda untukmembuat saudara senang. Ternyata malah berbuntut musibah besar. seperti kisah nyata di masa lali ini. Entah apa yang ada dipikiran seorang yang ketika berada di salah satu pasar di kota Kufah, Irak, melihat pejalan kaki berperawakan tinggi besar dengan pakaian gamis dan sorban di kepalanya. Orang itu lantas bersembunyi dan iseng melemparkan sesuau ke arah pejalan kaki itu.
     Rupanya perbutan itu diperhatikan oleh orang lain. Segera orang itu mendatangi pelempar yang iseng dan berkata, " Tahukan kamu, siapa yang kamu lempar itu? " Orang itu menjawab, " Tiak, dia hanya pejalan kaki yang sedang lewat seperti halnya pejalan kaki yang lain. "
     Orang itu segera memberitahu identitas pejalan kaki yang ternyata bukan orang biasa, "Ketahuilah ia adalah Malik asytar an-Nakho'i orang dekatnya Amirul Mukminim dan panglima perangnya. dialah malik yang apabila singa melihatnya jadi gemetar ketakutan dan apabila musuhnya mendengar namanya disebut orang, maka berdiri bulu kuduknya. "
     Mendengar hal itu, orang tersebut langsung mengejar malik asyar yang sudah jauh meninggalkannya. Terbayang di benaknya apa yang akan diterimanya jika ternyata Malik Sang Panglima perang itu tahu dirinyalah pelaku iseng di pasar. Ternaya malik yang dikejar itu masuk mesjid. Orang itu pun ikut masuk mesjid, dan didapatinya malik sedang sholat. Ditunggunya hingga Malik selesai. begitu selesai, ditubruknya kaki Malik sambil meminta maaf atas perbuatan isengnya tadi. Malik berkata, " Justru aku masuk mesjid ini dengan tujuan memintakan ampunan untukmu. aku sudah maafkan."
      Beruntunglah orang yang menganggap remeh masalah iseng itu tidak sedang berhadapan dengan panglima garang. Sementara perbuatan isengnya terlanjur terjadi. Kalau dia berjumpa dengan orang pemaraha atau orang yang sedang banyak masalah sehingga akal sehatnya hilang, maka tentu ia menemui batunya.
     Tidak sedikit keterlanjuran dari iseng mengakibatkan bencana besar yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Maka bercanda boleh saja, tetapi tentu tetap dalam batas kewajaran tertentu.
Sumber : TARBAWI Edissi 66/ 21 agustus 2003

Sabtu, 11 Desember 2010

Terlanjur Karena Serakah Terhadap Harta

   
     Harta menjadi gula yang selalu didatangi semut manapun. Pusaran manusia hari ini tidak jauh dari harta. segala aktifitas dan rencana tidak jauh dari keinginan mendapatkan pundi-pundi harta. Apalagi pada suasana hari ini, ketika peluang kerja semakin sempit, makin tidak sesuai dengan kebutuhan. Penggaruran sudah menumpuk. meningkat dari hari ke hari. bahkan mereka yang sudah bekerja harus dikeluarkan dengan alasan perusahaan defisit atau alasan-alasan lainnya.
     Orang semakin memperebutkan harta dunia yang panas ini. Karena tuntutan perut sering tidak sabar menanti barang sesaat saja. Dan bayangkan tentang kenikmatan duduk menjadi orang kaya selalu ada di benak. Jika kendali iman melemah, maka menghalalkan segala cara adalah jawabannya. Kriminalitas dngan dalih tidak ada pekerjaan sering kita dengar. Akhirnya ketika diminta untuk taubat kembali, yang ada adalah kata terlanjur. Terlanjur ingin kaya.
     Keinginan mendapatkan harta tidak terbatas hanya pada orang yang kekurangan saja. Mereka yang sudah sangat berkecukupan sekalipun, terkadang malah lebih tamak. Tidak pernah merasa puas. Tidak pernah berhenti barang sebentar untuk sekedar mengucapkan Alhamdulillah. harta orang susah pun menjadi santapannya. setelah itu masih saja berani memunculkan wajahnya di hadapan masyarkat berwujud pahlawan dan tokoh besar.
     Memang manusia tidak pernah puas walaupun sudah mempunyai emas sepenuh satu lembah. Ia pasti mengingikan lembah-lembah berikutnya. Perhelatan perebutan harta akan terhenti hanya ketika ajal tiba. " Bermegah - megahan telah melalaikan kamu. sampai kamu masuk kedalam kubur. jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat pebuatanmu itu). dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui." (At-Takasur:1-3)
     Keinginan untuk bermegah-megahan sampai menhghilangkan rasa malu di hadapan Allah. atau rasa malu di depan masyarakat. kalau rasa malu sudah hilang tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan lagi. Karena ia bisa berbuat semaunya tanpa rasa sungkan dan riskan.
     Inilah yang ditakutkan Nabi akan menghancurkan umat ini. " Demi allah aku tidak takut kalian miskin. Teapi justru aku takut kalau dunia ini dibentangkan lebar-lebar dihadapan kalian. Maka kalian pun berlomba-lomba seperti umat sebelum kalian. Dan kalian akan hancur olehnya sebagaimana mereka hancur."
     Seharusnya tidak ada kata terlajur. Seharusnya cepat dikembalikan hak oranga lain itu dan taubat. Karena sebenarnya harta yang diraih dengan jalan haram hanya akan menambah hidup ini menjadi panas. Rumah kita menjadi tidak tentram. Dan bayangan kenikmatan hidup sirna. dan sebelum kehancuran terlajur menghampiri.
Sumber : TARBAWI Edisi 66/21 agustus 2003

Terlanjur Karena Hawa Nafsu



     Jika hawa nafsu sudah menyetir, tunggulah saatnya kehancuran. Untuk itulah, kembali secepatnya dari sebuah kesalahan sangat penting. Lebih baik malu dengan mengorbankan gengsi untuk kembali kepada kebenaran daripada berdalih malu kemudian semakin terperosok dalam kubangan dosa.
     Untuk itulah Umar bin Khattab berkata, "Lebih baik cepat kembali kepada kebenaran daripada berlama-lama dal;am kebathilan."
     Setiap kita mempunyai kecendrungan sendiri dalam masalah hawa nafsu. Setiap kita mempunyai kelemahan dirinya. Walau banyak yang akhirnya tidak mau mengakui kelemahan dirinya. Atau berpura-pura tidak tahu titik kelemahannya..
     Betapa banyak yang memperjuangkan keinginan yang didiktekanhawa nafsu. Kemudian ia menjadi terbiasa dalam dosa itu. Yang tadinya canggung menjadi tanggung. Yang tadinya tidak biasa menjadi biasa. Akhirnya kata berikutnya adalah terlanjur.
     Kata terlanjur sering menjadi pelarian akhir. Pelarian terakhir dari ketidasanggupan kita keluar membebaskan diri dari dosa-dosa. Pelarian akhir dari ketidakberhasilan kita menambal kehidupan yang koyak karena dosa dengan lembaran istighfar. Pelarian akhir untuk menghindar dari tanggung jawab. Padahal kesemuanya pasti ada akibat yang harus kita tanggung baik di dunia ini, kelak lebih lagi di hadapan pengadilan Allah kelak.
     Di sekitar kita atau mungkin pada diri kita, dapat terlihat jelas hari ini bagaimana kata terlanjur, tanggung, sekalian saja dan seterusnya merupakan dalih untuk tetap berada dalam kemaksiatan. Hawa nafsu sendirilah yang sebenarnya membisukan agar keluar sebuah alasan yang diada-adakan ini. Yaitu alasan terlanjur.
     Padahal dalam islam tidak ada kata terlanjur. Tidak ada tanggung kalau dosa adalah masalahnya. Berlama-lama dalam dosa artinya akan semakin membuat daftar kesengsaraan kita semakin panjang dan berat. Jadi, tidak ada kata terlajur dalam dosa. yang ada adalah justru berpikir sebaliknya. mumpung masih ada waktu. Mampung fisik kita masih sehat.Maka, paling tidak kita cepat menyadari betapa dosa kita harus secepatnya dibersihkan dengan taubat dan tekad untuk tidak kembali lagi. Dan jangan lagi berkata terlanjur.
Sumber :TARBAWI/ edisi 66/ 21 Agustus 2003

Kamis, 09 Desember 2010

Keterlanjuran yang Sering jadi Kambing Hitam




            Berjuta orang didunia ini mengisi hari – hari mereka dengan bermacam cara. Kesemuanya adalah pilihan hidup. Baik atau buruknya. Maka tidak ada yang benar- benar keterpaksaan pada keseluruhan kehidupan mereka itu. Apalagi pada prilaku-prilaku jahat dan buruk yang mereka lakukan. 
          Tetapi kekeliruan terbesar dari segala pilihan hidup yang keliru itu, adalah keengganan keluar dari dari kekeliruan itu dengan dalih segalanya telah terlanjur. Dengan alasan bahawa sudah kepalang basah.
Alangkah banyak orang mengambil jalan pintas dalam hidupnya. Menapaki garis hidup yang tidak mbermartabat. Untuk dan dalam waktu yang tidak sebentar. Lalu sesudah itu ia dengan mudah berdalih bahwa segalanya telah terlanjur. Keterlanjuran benar-benar menemukan nasib tragisnya sebagai kambing hitam. Seakan-akan keterlanjuran adalah makhluk aneh yang datang dari negeri antah berantah, lalu membuat orang tidak berdaya untuk meninggalkan pilihan-pilihan hidup yang tidak beradab.
Padahal keterlanjuran hanyalah dimensi waktu bagi sebuah tindakan, peristiwa, dan juga pilihan-pilihan perilaku manusia. Ia tidak memberi makna pemaksaan, bahkan tidak juga makna ketidakberdayaan. Keterlanjuran dalam konteks orang-orang yang tidak mau keluar dari jalan yang salah, sesungguhnya hanya pengulangan secara sadar dan terus- menerus atas tindakan –tindakan yang salah tersebut.
Setiap kesalahan apalagi kejahatan, selalu menyimpan pesona anehnya. Pesona nafsu, kenikmatan, prestise, arogansi, kepuasan materiil, yang semuanya mungkin dapat diperoleh dengan cara-cara yang sangat mudah, ringan, dan nyaris tanpa modal. Disinilah sesungguhnya masalah utamanya.
Bahka dosa-dosa itu sendiri punya pesonanya yang sangat memukau. Ini lebih dari sekedar pembuktian dari sabda Rasulullah, bahwa nereka itu dikelilingi dengan hal-hal yang mengundang syahwat. Tapi memang pesona-pesona itu benar-benar seperti candu. Ia memuaskan sisi kecil kemanusiaan manusia, tapi menghancurkan sebahagian besar dan bahkan keseluruhan kemanusian. “Pesona  neraka” itu bila telah menjerat nafsu manusia, tidak mudah bagi manusia untuk keluar, kecuali yang benar-benar mau menjauhinya.
Keterlanjuran yang dipakai sebagai dalil sebuah perbuatan buruk, dari waktu ke waktu akan digantikan oleh menyatunya keburukan itu dalam kepribadian, sikap, dan bahkan watak. Bila itu terjadi, maka tidak penting lagi apakah seseorang terlanjur atau tidak. Sebab yang ada bahwa perilaku buruk itu sendiri telah menjadi kebutuhan psikologisnya. Ia akan terguncang dan gelisah kalau tidak melakukan keburukan itu.
Ini adalah fase tersulit bagi jiwa seorang manusia. Seperti dijelaskan bagi Raulullah, ini adalah fase dimana keburukan dan kejahatan telah menghitamkan hatinya. Setelah satu demi satu keburukan itu membekaskan titik hitam. Lalu dengan dalih keterlanjuran, titik-titik hitam itu semakin banyak, seiring kian banyaknya pula keburukan berikutnya. Tak ada cahaya iman yang bisa menembus penutup hitam itu.
Maka, marilah kita mengaca sejenak. Pada jalan hidup yang mana kita menapak. Setiap kita punya hari-hari kemarin. Hitam atau putinya. Jelek atau baiknya. Yang penting ialah bagaimana hari-hari ini bukan “keterlajuran” di jalan keburukan yang kita sengaja, sebesar apapun keburukan itu.
Agar tetap hidup, kita memang harus bertahan. Tetapi untuk bertahan itu sendiri perlu perjuangan, bahkan pertarungan. Bertarung dengan ganasnya kehidupan, dengan persaingan, juga kesulitan-kesulitan yang tak bersahabat. Dan, tentu saja, bertarung melawan paradigma keterlanjuran yang keliru dan sering menyesatkan itu.
Sumber : TARBAWI edisi 66/ 21 Agustus 2003

Sabtu, 04 Desember 2010

Selalu Menangis

  • giman ya caranya buat lebih bisa bersabar........saya selalu susah ujung2nya selalu meneteskan air mata........????mohon bantuannya......
    trima ksih...^_^


    menurut : Vips Muttaqin
    Syeikh Abul Qasim al-Qusyairy

    Allah swt. berfirman:
    "Dan mereka akan mengatakan (ketika berada di surga), 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kita'." (Q.s. Fathir: 34).
    ... Lihat Selengkapnya
    Diriwayatkan darl Abu Sa'id al Khudry bahwa Rasulullah saw. bersabda:
    "Tidak sesuatu pun keburukan menimpa seorang hamba yang beriman, apakah itu penderitaan, penyakit, kesedihan, atau rasa sakit yang merisaukannya, kecuali Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya." (H.r. Ahmad, Bukhari Muslim).

    Sedih (huzn) adalah keadaan yang menyelamatkan hati tersesat lembah kealpaan. Dan kesedihan adalah salah satu sifat para ahli penempuh jalan ruhani (suluk).

    Syeikh Abu Ali ad Daqqaq r.a. berkata, "Orang yang dipenuhi kesedihan mampu menempuh jalan Allah dalam waktu satu bulan, sepanjang jarak yang tidak bisa ditempuh dalam waktu satu tahun oleh orang yang tidak memiliki kesedihan."
    Dalam hadis dikatakan, "Sesungguhnya Allah mencintai setiap hati yang sedih."
    Dalarn Kitab Taurat disebutkan, "Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menempatkan suatu penyedih dalam hatinya, dan jika Dia membenci seorang hamba, maka ditempatkan Nya sebuah seruling dalam hatinya."

    Dikatakan bahwa Rasulullah saw. selalu berada dalam keadaan sedih dan merenung sepanjang masa.
    Bisyr bin Harits mengatakan, "Sedih adalah raja, Manakala dalam sebuah tempat, tidak akan sudi menerima orang lain tinggal bersamanya. "
    Dikatakan, "Jika tidak ada kesedihan dalam hati, maka ia akan menjadi rusak, sebagaimana sebuah rumah akan menjadi roboh manakala tidak ada orang yang tinggal di dalamnya."
    Abu Sa'id al Qurasyi berkomentar, "Air mata kesedihan membuat orang buta, tetapi air mata kerinduan meredupkan pandangan, namun tidak membutakannya.

    Allah swt. berfirman, “Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan ia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya)”. (Q.s Yusuf:84).
    Ibnu Khafif menjelaskan, "Sedih adalah mencegah diri dari bangkit mencari kesenangan."
    Rabi'ah al Adawiyah mendengar seorang laki-Iaki meratap, "Aduhai, kesedihan!" Rabi'ah menyela, "Katakanlah, kesedihan kita!” Jika engkau benar benar bersedih, niscaya engkau tidak akan bisa bernafas."
    Sufyan bin 'Uyainah mengatakan, "Apabila ada seorang tertimpa kesedihan dan menangis di kalangan suatu kaum, maka Allah swt. akan mengasihani mereka semua karena air matanya."

    Dawud ath-Tha'y ketika tertimpa kesedihan, dan di malam hari ia akan berdoa, "Ilahi, kerinduanku terhadap Mu membuat diriku gelisah dan menghalangi antaraku dengan tidurku." Dan Allah pun menjawab, "Bagaimana mungkin bagi seorang yang penderitaannya diperbarui setiap saat, akan mencari penghiburan dari kesedihan?"
    Dikatakan, "Sedih menahan orang dari makan, sedangkan takut, menahannya dari dosa."
    Salah seorang Sufi ditanya, "Dengan apa kesedihan manusia dinilai?" Ia Menjawab, "Dengan banyaknya ratapan."

    As Sary as-Saqathy berkata, "Aku ingin sendainya kesedihan seluruh manusia di Muka bumi ini ditimpakan kepadaku." Banyak orang telah berbicara tentang kesedihan, dan mereka semua mengatakan bahwa hanya kesedihan yang diilhami oleh kepedulian akhiratlah yang patut dipuji, sedang kesedihan karena dunia ini patut dicela. Tetapi Abu Utsman al-Hiry menjelaskan, "Kesedihan dalam semua seginya adalah suatu keutamaan dan peningkatan bagi seorang beriman, selama kesedihan itu bukan karena dosa. Sekalipun kesedihan itu tidak menghasilkan satu derajat khusus, ia akan membawakan pengampunan."

    Seorang syeikh tertentu, apabila murid-muridnya akan pergi melakukan perjalanan, ia akan berpesan, "Jika engkau melihat seorang yang sedang bersedih, sampaikanlah salamku kepadanya!".
    Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq berkata, "Salah seorang Sufi bertanya kepada matahari selagi terbenam, Apakah hari ini engkau telah menyinari seorang yang tertimpa kesedihan'?"
    Orang tidak pernah melihat Hasan al-Bashry tanpa mengira bahwa ia baru saja mengalami bencana.
    Ketika Fudhail bin 'Iyadh meninggal dunia, Waki' mengatakan, "Hari ini kesedihan telah lenyap dari muka bumi."

    Salah seorang dari kaum Muslimin generasi salaf berkata, "Sebagian besar dari apa yang ditemukan oleh seorang beriman dalam catatan amal perbuatan baiknya adalah penderitaan dan kesedihan."
    Fudhail bin 'Iyadh berkomentar, "Kaum salaf mengatakan, 'Setiap sesuatu ada zakatnya, dan zakat hati adalah kesedihan yang panjang'."
    Ketika Abu Utsman al-Hiry ditanya tentang kesedihan, ia menjawab, "Orang yang sedih adalah yang tidak punya waktu untuk menyibukkan diri dengan pertanyaan tentang kesedihan. Maka berjuanglah untuk mencari kesedihan, lalu bertanyalah."

    Fakhry Ali
    bersyukurlah karena anda wanita.. hal yang lumrah kalau wanita menangis ketika dalam keadaan suka maupun duka..
    kalau lelaki.. hadu.. apa kata dunia?? hehe.. ini hanya sebuah pemikiran yang sempit..
    lelaki kebanyakan ketika kesabaran sudah pada batasnya selalu mengandalkan kekerasan..(pengalaman pribadi).. namun ada solusi yang lebih tepat.. "wudlu".. insyallah.. pikiran kita bisa tenang..






  • KIRIMAN DARI Mayaw Smiley
    Air mata itu bkn tolak ukur ksbaran...kta seseorang"sbar itu bkn diam, bkn lemah, bkn kalah dan bkn tertindas tp sabar itu berusaha menghadapi sgala hal dgan sekuat tnaga untuk hasil yg trbaik dan dgan cra yg baik (sesuai hkum Allah)" smga brmanfaat ukhti :)

    KIRIMAN DARI Indra Eigmon
    tahajud.. nangis... mengadu... insyaAlloh manjur... kita mendekat selangkah Dia mendekat 2 langkah


    KIRIMAN DARI Surya Uya
    dengan usaha insyallah akan mendapatkan keberhasilan
    tuhan lebih suka orang2 yg mau berusaha dari pada orang yg hnya bsa menyesali kehidupanya,,
    keep sprit for u,,
    believe your god


    makasih banyak semuanya......................
    makasih banyak.....................................
    insyallah semua akan baik2 saja................ ^_^
    terima kasih.............



  • Buchorie Ircham
    S7 b'et tu dg tahajud krnx qt lebih tegar m'hdpi khdpn , d ljt dhuha d pg hr qt kn trs ringan mntap idup sbb DIA , Maha Melihat dn Maha Mengetahui ap yg trbaik bg qt, smg ukhti... mmp mgpai sgl cita dlm kbaikn yg benar, amien.



    Milla Hanifah
    ″wa annahu huwa adh-haka wa
    abka″
    (Dan bhwasanya Dialah yg
    mnjadikan org trtawa &
    menangis)... Lihat Selengkapnya
    {Q.S. An-najm ayat 43}
    Bersedih adalah hal pertma yg
    dlakukan oleh manusia apbila
    ia ditimpa musibah ato
    masalah.
    Sring kali, tanpa disadari
    Kesedihan yg mendalam jg akn
    menyebabkan kluarnya air
    mata.
    Smwanya ini adalah fitrah
    manusia yg dberikan oleh Allah
    swt...
    Bersedih & menangis adlah hal
    yg wajar.
    Tdk jarang, justru dgn sy
    menangis sgla beban yg ada
    dlam hati bs terangkat.
    Tetapi jgn trlalu larut dlm
    kesedihan yg brkepanjangan.
    Itu hnya akn membwt dri qt
    sakit dan tersiksa.
    Biasanya org yg brsdih akn
    melupakan hal2 yg rasional yg
    sbnarnya dbtuhkan diri qt untk
    bangkit kmbali.
    Jadi,,, hapuslah air mata qt hari
    ini.
    Sudah cukup menangisnyaaa.
    Kini mari bersiap2 mengubah
    air mata menjadi permata...
    “tdaklah seorg muslim
    menderita karena kesedihan,
    kdukaan, kesusahan,
    kepayahan, penyakit dan
    gangguan duri yg menusuk
    tubuhnya kecuali dgn itu Allah
    mengampuni dosa-dosanya ”
    (H.R. bukhori)
    Jk qt mengerti dan memahami
    ini, insyaallah smw kesedihan
    akn mudah dhadapi dgn hati yg
    lapang..
    Jk qt menerima hadits trsebut,
    insyallah smw air mata yg
    telah qt keluarkan akn
    berubah menjadi ti2k permata
    yg berkilau d akhirat nanti...
    Aamiiiiiinnn.......^_^
    Mari qt mengingat lagi Q.S ali
    imron ayat 139 yg artinya...;
    “ janganlah km bersikap lemah,
    dan jangan (pula) km bersedih
    hati, padahal kamulah org2 yg
    paling tinggi (derajatnya), jk
    kamu org2 yg beriman ”
    Alhamdulillah,,, mari coba qt
    renungkan firman Allah di
    atas.
    Allah memberi tahu bhwa qt
    (org2 yg beriman) sbenarnya
    adalah org yg derajatnya
    paling tinggi.
    Jadi tdk bleh bersedih (yg
    brkepanjangan) karena Allah
    tlah menjanjikan hal2 yg jauh
    lebih baik sbgai pengganti
    kesedihan yg sedang qt alami
    ini....
    Berikut ini adalah do'a ketika
    bersedih/gundah/berduka..;
    “ya Allah, ssungguhnya ak
    adlah hamba-Mu, anak dr
    hamba-Mu, ubun2ku (nasibku)
    ada dtangan-Mu, tlah lalu
    hukum-Mu atasku, adil
    ktetapan-Mu atasku, ak mh0n
    kpada-Mu dgn perantara smw
    nama milik-Mu yg Engkau
    namakan sndiri, ato Engkau
    trunkan dlam kitab-Mu, ato
    Engkau ajarkan sseorg dari
    hamba-Mu, atau Engkau
    rhasiakan dlm ilmu ghoib d si2-
    Mu. Jadikan Al-qur'an sbgai
    penawar hatiku, chaya dlam
    dadaku, penghapus dukaku dan
    pengusir keluh kesahku ”
    {H.R. Ahmad dishahihkan oleh
    Al Al Bani}


    Desy Kurniawatyhanafie Orjejeshanafie
    Menangis bisa jadi wujud kesabaran. Cuma nangisnya yang gimana dulu nich... ? Kalo nangis meraung2, wah... Sebatas transisi aja kali yha. Kendalikan emosionalnya, yakin dech sabar itu ada nikmatnya...


    makasih banyak semuanya......................
    makasih banyak.....................................
    insyallah semua akan baik2 saja................ ^_^
    terima kasih.............

We Will Not Go Down


 oleh Michael Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Crush



 oleh David Archuleta

I hung up the phone tonight
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
’Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much

Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know
[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
’Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away
Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
’Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever
[chorus]
Why do I keep running from the truth
(Why do I keep running)
All I ever think about is you
(All I ever think about)
You got me hypnotized
(Hypnotized)
So mesmerized
(mesmerized)
And I’ve just got to know
[chorus]
Going away
Going away

Hero

oleh Enrique Iglesias

Would you dance
If I asked you to dance?
Would you run
And never look back?
Would you cry
If you saw me crying
Would you save my soul tonight?

Would you tremble
If I touched your lips?
Would you laugh?
Oh please tell me this
Now would you die
For the one you love?
Hold me in your arms tonight

Chorus:
I can be your hero, baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away

Would you swear
That you'll always be mine?
Would you lie?
Would you run and hide?
Am I in too deep?
Have I lost my mind
Well, I don't care you're here tonight.

Chorus:
I can be your hero, baby
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away

Oh I just wanna hold you
I just wanna hold you
Oh yeah

Am I in to deep?
Have I lost my mind?
Well, I don't care you're here tonight

Chorus:
I can be your hero, baby
I can kiss away the pain, oh
I will stand by you forever
You can take my breath away

Chorus:
I can be your hero
I can kiss away the pain
I will stand by you forever
You can take my breath away

You can take my breath away

I can be your hero

If You're Not The One



 oleh Daniel Bedingfield

If you're not the one then why does my soul feel glad today?
If you're not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If you're not for me then why does this distance maim my life?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?

I don't know why you're so far away
But I know that this much is true
We'll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I'm praying you're the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
'Cause I love you, whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
You know my heart is by your side

I don't want to run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms...?