Label

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 11 Desember 2010

Terlanjur Karena Hawa Nafsu



     Jika hawa nafsu sudah menyetir, tunggulah saatnya kehancuran. Untuk itulah, kembali secepatnya dari sebuah kesalahan sangat penting. Lebih baik malu dengan mengorbankan gengsi untuk kembali kepada kebenaran daripada berdalih malu kemudian semakin terperosok dalam kubangan dosa.
     Untuk itulah Umar bin Khattab berkata, "Lebih baik cepat kembali kepada kebenaran daripada berlama-lama dal;am kebathilan."
     Setiap kita mempunyai kecendrungan sendiri dalam masalah hawa nafsu. Setiap kita mempunyai kelemahan dirinya. Walau banyak yang akhirnya tidak mau mengakui kelemahan dirinya. Atau berpura-pura tidak tahu titik kelemahannya..
     Betapa banyak yang memperjuangkan keinginan yang didiktekanhawa nafsu. Kemudian ia menjadi terbiasa dalam dosa itu. Yang tadinya canggung menjadi tanggung. Yang tadinya tidak biasa menjadi biasa. Akhirnya kata berikutnya adalah terlanjur.
     Kata terlanjur sering menjadi pelarian akhir. Pelarian terakhir dari ketidasanggupan kita keluar membebaskan diri dari dosa-dosa. Pelarian akhir dari ketidakberhasilan kita menambal kehidupan yang koyak karena dosa dengan lembaran istighfar. Pelarian akhir untuk menghindar dari tanggung jawab. Padahal kesemuanya pasti ada akibat yang harus kita tanggung baik di dunia ini, kelak lebih lagi di hadapan pengadilan Allah kelak.
     Di sekitar kita atau mungkin pada diri kita, dapat terlihat jelas hari ini bagaimana kata terlanjur, tanggung, sekalian saja dan seterusnya merupakan dalih untuk tetap berada dalam kemaksiatan. Hawa nafsu sendirilah yang sebenarnya membisukan agar keluar sebuah alasan yang diada-adakan ini. Yaitu alasan terlanjur.
     Padahal dalam islam tidak ada kata terlanjur. Tidak ada tanggung kalau dosa adalah masalahnya. Berlama-lama dalam dosa artinya akan semakin membuat daftar kesengsaraan kita semakin panjang dan berat. Jadi, tidak ada kata terlajur dalam dosa. yang ada adalah justru berpikir sebaliknya. mumpung masih ada waktu. Mampung fisik kita masih sehat.Maka, paling tidak kita cepat menyadari betapa dosa kita harus secepatnya dibersihkan dengan taubat dan tekad untuk tidak kembali lagi. Dan jangan lagi berkata terlanjur.
Sumber :TARBAWI/ edisi 66/ 21 Agustus 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar