Label

Pengikut

Total Tayangan Laman

Sabtu, 30 November 2013

Namaku : UANG alias DUIT


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah. Namun, aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga bisa mengubah perilaku, bahkan sifat Manusia, karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang mengubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tidak mengerti perbedaan orang shalih atau bejat, tetapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya atau miskin, terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tetapi orang sering melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tetapi banyak suami-istri pisah gara-gara aku. Anak dan orangtua kerap berselisih gara-gara aku.

Sangat jelas juga bahwa aku bukan Tuhan, tetapi banyak manusia menyembahku seperti menyembah Tuhan, bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku; padahal Tuhan sudah mengingatkan agar jangan jadi hamba uang..

Seharusnya aku melayani manusia, tetapi kenapa malah banyak manusia mau jadi budakku?

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tetapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tetapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa-dosa anda; anda harus menghadap sendiri kepada Sang Maha Pencipta, lalu menerima penghakimanNYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan menghisab anda, apakah selama hidupmu mendapatkan dan menggunakanku dengan baik dan benar(?) atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Ini pesan terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA.
Jadi jangan cari aku di sana!


Sumber: coppast + edit

Selasa, 05 November 2013

ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG SABAR

Sumber : 
Allah beserta orang2 yang sabar...(QS 2:153,QS21;36).


Sabar selalu ada bersama ujian.(QS 21;36)

Bila terus diuji,tapi ngga sabar, kita pasti babak belur...mana bisa kita bahagia? Selain itu, amarah juga membuat surga menjauh.

Akibatnya tujuan kita (bahagia dunia akhirat) tidak tercapai. Mana ada orang yg bahagia, marah?


Sabar tidak hanya diperlukan saat susah,karena sabar adalah kebutuhan, jadi sabar harus selalu ada di setiap kondisi...Sangat keliru pendapat sabar ada batasnya.

Hawa nafsu lawannya sabar...sabar pada pukulan pertama.


Diberi berbagai ujian kenapa ngga ikhlas? Bukankah surga memang di keliling ujian?

Allah ingin kita ke surga tapi kita nolak.

Jadi,kalau kena musibah,jangan liat musibahnya,tapi lihat peluangnya...peluang bersama Allah,(beserta org yg sabar)

Dalam QS 39;20...Allah ngga akan ingkar janji...Ayat2-Nya tidak akan berubah hingga kiamat.


Sabar adalah pintu gerbang Allah utk masuk dlm kalbu manusia.

Kalau sudah memahami ini,mengapa kita tidak menjadikan sabar sebagai penolong?

Inilah konsep salah satu ajaran Al Quran untuk memperoleh bahagia dunia akhirat.


Sabar itu memang pahit awalnya, tapi manis nantinya.

"Sabar menahan nafsu berat,tapi sabar menahan siksa neraka jauh lebih berat!".(Rasulullah saw).

Sabar itu, menahan diri agar tidak tergelincir keluar dari aturan main Allah.


-Ketika sakit, hati senang, tenang, marah...mengapa jadi ngga sholat?

-Karena sakit kenapa jadi pemarah?

-Ketika hidup cukup, susah, pintar, berkedudukan, kenapa jadi tidak mau mendengar nasehat?

Itulah org yang ngga sabar!


Maka, kita harus konsisten..

Kita dilarang marah,dilarang tersinggung,dilarang sedih berlebihan...jadi jelas harus selalu sabar!


Kalau ngga ada musibah,tidak akan ada sabar....nantinya kita ngga bisa jadi orang yang sabar.

Musibah memang kita butuhkan, karena itu tanda cinta & penghapus dosa...dan Allah ngga akan ingkar janji.


Kalau paham bahwa sabar pasangannya ujian,maka sabar akhirnya bukanlah pilihan,tapi suatu keharusan...mutlak!

Hidup kan untuk diuji...kalau ngga mau sabar,berarti ngga mau terima ujian dong...


Sabar sebagai penolong maknanya adalah,apapun keadaannya kita tetap bahagia.

Konsep Allah selalu tujuannya adalah "jiwa"\kalbu.


Kalau kita ngga punya sabar, sangat bahaya saat sakaratul maut!

Karena sakaratul maut sangat sakit...nanti keluarnya akan marah2...bukan khusnul khotimah.


Batasilah jangan sampai kita intervensi pd urusan-Nya.


Inginkah Allah selalu bersama di setiap langkah ?. Jadilah orang sabar, itu janji-Nya !


(Tafakur)

Senin, 27 Mei 2013

ARTI KESETIAAN


Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
————————————————————————————————–
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.
Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”
“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.
Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”.
“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”
Hidup adalah Perjuangan tanpa henti-henti, tidak usah kau tangisi hari kemarin.

Sabtu, 13 April 2013

INSPIRASI KEHIDUPAN : Kisah Tasripin, Bocah 12 Tahun yang Harus Menghidupi Ketiga Adiknya


Sabtu, 13/04/2013 06:06 WIB
Arbi Anugrah - detikNews
Tasripin (kiri) bersama ketiga adiknya (Foto: Arbi/detikcom) 
 
Jakarta - Jauh di sebuah Dusun di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Tasripin (12) bocah tanggung dari Dusun Pesawahan harus hidup sendiri dan mencari nafkah untuk menghidupi ketiga adiknya Dandi (9) Riyanti (7) dan Daryo (5). Tasripin harus bekerja di sawah agar adik-adiknya tetap bisa makan.

Di rumah bilik kayu dengan luas 5x7 meter persegi dengan satu ruang kamar luas 3x3 meter persegi dan sebuah dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan yang sangat sederhana dan hanya terdapat dua buah kursi panjang dan satu meja, beralaskan lantai semen yang sudah pecah, hidup empat bocah sebatang kara. Ayah mereka pergi bekerja di Kalimantan bersama kakak tertuanya, sementara ibunya meninggal akibat tertimbun longsor saat sedang mencari pasir satu tahun lalu.

Kini bocah-bocah tersebut harus hidup sebatang kara dan tidur dalam satu kamar dengan kasur dan bantal yang sudah tampak lusuh dengan ditutupi matras. Ketiga adiknya sangat mengandalkan kakak kedua mereka, Tasripin, yang setiap hari harus bekerja di sawah dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa padi serta menanam padi bersama warga desa pada saat masa tanam.

"Ibu sudah meninggal dan bapak bekerja di Kalimantan bersama kakak," kata Tasripin, Jumat (12/4/2013).

Hampir setiap hari, Tasripin mesti pergi ke sawah untuk mencari uang demi menghidupi ketiga adiknya. Para tetangga sekitar yang simpati dengan keadaan Tasripin pun kadang sering membantu menberikan nasi maupun lauk pauk bagi bocah-bocah tersebut. Tak jarang mereka hanya makan dengan nasi seadanya namun tampak nikmat.

"Kalau berangkat ke sawah jam 7 pagi dan pulang jam 12 siang. Kadang sehari dapet Rp. 30 - 40 ribu sehari. Itu beli beras dan sayur. Sisanya untuk jajan adik," jelas bocah yang telah putus sekolah itu.

Pagi sebelum dia berangkat ke sawah, Tasripin harus memasak nasi dan sayur untuk adik-adiknya. Selain memasak, dia juga harus mencuci pakaian, menyapu serta memandikan adik-adiknya. Tapi bukan hanya sekedar memandikan dan memberikan makan untuk adik-adiknya, dia pun bertanggung jawab terhadap akhlak adik-adiknya dengan mengajak adik-adiknya salat dan mengaji di musala depan rumahnya.

Tanggung jawab yang besar membuat dia harus bekerja keras, tidak jarang jika tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus mengutang beras di warung. "Kalau tidak ada uang suka utang di warung, bayarnya nanti kalau bapak pulang," katanya.

Saat ini Tasripin harus berhenti bersekolah, karena menunggak biaya SPP, sementara kedua adiknya Dandi dan Riyanti pun tidak melanjutkan sekolah karena malu sering diejek oleh teman-temannya. Hanya Daryo, adik terakhirnya yang masih bersekolah di PAUD di dusun tersebut.

"Sudah tidak sekolah SD, hanya satu adik saya yang sekolah di Paud, Kadang saya yang biayain, kadang menunggu kiriman dari bapak," ujarnya polos.

Dulu saat sekolah dia harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mencapai tempat sekolahnya, jalan berbatu dan perbukitan serta hutan harus dilalui dia setiap harinya. Maklum, Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok berada di lereng kaki Gunung Slamet demgan jumlah penduduk 319 Jiwa dengan 187 rumah.


(trq/trq) SUMBER : http://news.detik.com/read/2013/04/13/060333/2219273/10/kisah-tasripin-bocah-12-tahun-yang-harus-menghidupi-ketiga-adiknya

INSPIRASI KEHIDUPAN : Kisah tukang sapu, belajar hidup dari daun dan uang Rp 35 ribu

Reporter : Arbi Sumandoyo
Minggu, 24 Maret 2013 07:33:51
Kisah tukang sapu, belajar hidup dari daun dan uang Rp 35 ribu
Kategori Peristiwa

Sadiyah. Arbi Sumandoyo ©2013 Merdeka.com
314
 


Sore kemarin cuaca di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan nampak terlihat mendung dan akan segera turun hujan. Dengan bergegas, seorang wanita paruh baya berpakaian orange segera menuntaskan pekerjaannya membersihkan sampah daun dengan menggunakan sapu lidi dan pengki untuk dimasukkan ke dalam karung.

Sedikit terburu-buru, ia menuntaskan pekerjaannya karena tetes air petanda hujan perlahan mulai jatuh tepat di atas kepalanya. Bergegas ia pun menenteng karung, pengki dan sapu kemudian berlindung menuju sebuah halte dari rintikan hujan yang deras secara tiba-tiba.

Sadiyah (48) nama wanita itu, dia adalah pekerja kontrak Dinas Kebersihan Jakarta Selatan yang memang ditugasi untuk membersihkan sampah sekaligus menyapu jalan di seputar Jalan Raya Ragunan, mulai dari perempatan Jati Padang hingga Balai pertanian dekat Polsek Pasar Minggu.

Terik matahari dan guyuran hujan tidak membuat Sadiyah (48) patah arang untuk mengais rezeki menghidupi anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan membantu memutar roda perekenomian keluarga.

"Saya sudah dua tahun bekerja jadi tukang sapu, awalnya di rumah tapi saya berniat membantu suami saya," kata Sadiyah saat ditemui di halte depan SMA Negeri 28, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3).

Pengalaman hidup begitu berarti untuk ibu dari 5 anak itu. Sadiyah menuturkan, pekerjaan yang ia lakoni memang baru sekitar 2 tahun ia jalani. Dahulu, Sadiyah hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Namun, berkat bantuan sang suami Mazar (53) yang juga bekerja sebagai tukang sapu, Sadiyah kemudian melamar pekerjaan sebagai tukang sapu untuk membantu perekonomian keluarga serta membiayai anaknya yang masih sekolah.

Kebetulan saat itu, perusahaan tenaga kerja tempat ia bernaung saat ini membutuhkan tukang sapu untuk membersihkan sepanjang Jalan Raya Ragunan yang bersedia bekerja sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB membersihkan sampah daun atau sampah non organik yang berserakan di pinggir jalan atau sengaja dibuang orang yang tidak bertanggung jawab.

"Awalnya saya di rumah, saya coba melamar berkat bantuan suami saya kerja hingga saat ini. Waktu itu memang perusahaan butuh pegawai yang bisa masuk siang," ujarnya.

Daun, sampah plastik, kuman dan kotor merupakan sahabat Sadiyah setiap hari. Sadiyah mengatakan, bahwa ia bersyukur menjalani pekerjaan seperti saat ini. Meski pendapatannya boleh dibilang kecil dibanding dengan tenaga yang ia keluarkan, namun Sadiyah tetap iklas menjalani prosesi hidup sebagai tukang sapu.

Sebulan jika Sadiyah masuk setiap hari, gaji yang ia terima sebesar Rp 1.050.000 perhari gaji Sadiyah dibayar Rp 35 ribu tanpa uang makan atau uang lembur. Jika tidak masuk, uang tersebut akan dipotong dengan jumlah hari absen dirinya tidak bekerja. Meski begitu, ada saja orang yang dengan ikhlas memberikan bantuan kepadanya saat ia sedang menyapu jalanan.

"Ya alhamdulilah ada aja, untuk suka duka paling kalau lagi nyapu ada orang titip sampah," ucapnya.

Meski hidup begitu keras, namun Sadiyah coba menjalani dengan sabar dan ikhlas. Dia mengatakan, meski harus menyapu sampah dedaunan pohon yang ada dipinggir jalan, menurutnya itu adalah rezeki. Tuhan menjatuhkan daun ke jalan dan disapu untuk mendapatkan sekadar rupiah penyambung hidup.

Sore menjelang, Sadiyah dengan sesegera mungkin menuntaskan pekerjaannya. Tak lupa, kawan setia sapu lidi dan pengki yang terbuat dari kaleng biskuit serta karung ia titipkan di Taman dekat dia bekerja sehari-hari. Taman tersebut merupakan kantor alam untuk Sadiyah beristirahat maupun mengisi tenaganya dengan butiran nasi.

"Kalau dibilang kurang, manusia pasti akan kurang terus, ya kita cukup-cukupi," ujarnya.

Usai bekerja, Sadiyah tidak lupa untuk beristirahat untuk pagi esok mengurusi keluarga menggantikan suaminya Mazar yang bekerja pagi hari. Menjelang siang hari sekitar pukul 12.30 WIB, Sadiyah kembali bergulat dengan sampah.
SUMBER: 
http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-tukang-sapu-belajar-hidup-dari-daun-dan-uang-rp-35-ribu.html 

Jumat, 01 Maret 2013

INSPIRASI KEJUJURAN : Pengemis Jujur Dapat Hadiah Sumbangan Rp1,1 Miliar



Dia mengembalikan cincin berlian seorang wanita.

Minggu, 24 Februari 2013, 07:07 Denny Armandhanu
Billy Ray Harris, pengemis jujur di Amerika Serikat
Billy Ray Harris, pengemis jujur di Amerika Serikat (giveforward.com)

VIVAnews - Seorang pengemis yang jujur di Amerika Serikat mengembalikan sebuah cincin berlian milik seorang wanita di jalanan negara bagian Missouri. Akibat kejujurannya ini, dia mendapatkan balasan yang luar biasa besarnya dari orang-orang di seluruh dunia.

Diberitakan CNN, Sabtu 23 Februari 2013, peristiwa ini terjadi saat Sarah Darling dari Kansas City melepaskan cincin berliannya karena iritasi. Cincin berlian itu kemudian dimasukkannya ke dalam dompetnya.

Saat itu, ada seorang pengemis, Billy Ray Harris. Darling yang memberikannya uang koin kepada Harris. Namun, cincin berliannya yang berharga itu ikut jatuh ke dalam gelas kertas yang dipegang Harris.

Darling baru menyadarinya keesokan harinya. Panik luar biasa, dia membongkar seluruh isi tasnya. "Sangat buruk, nilainya jauh lebih bernilai ketimbang harganya," kata dia.

Dia teringat Harris dan kembali mencari lelaki tua itu di tempatnya kemarin bertemu. Harris sudah tidak ada, Darling semakin panik. Keesokan harinya, dia kembali lagi dan menemukan Harris duduk di tempat sebelumnya.

"Saya tanya kepada dia 'apakah Anda ingat saya, saya tidak sengaja memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi saya,' dan dia berkata 'apakah itu cincin? Ya, saya sengaja menyimpannya jika kau kembali lagi'," kenang Darling.

Harris bisa saja menjual cincin tersebut dan menggunakannya untuk makan atau membeli keperluannya sehari-hari. Namun, lelaki tunawisma ini tetap menyimpannya selama dua hari untuk dikembalikan pada pemiliknya.

Sumbangan Online
Tindakan Harris ini menyentuh Darling dan suaminya. Keduanya lantas menggagas bantuan online untuk Harris di situs giveforward.com. Cerita Darling ini membuat ribuan orang dari seluruh dunia ikut menyumbang.

"Di kehidupan ini, semua pasti ada balasannya. Billy, kebaikanmu yang manis, walaupun kau sendiri kesusahan, membuktikan masih ada kemanusiaan di dunia ini. Kau adalah contoh terbaik," kata seorang penyumbang Chris dan Mel dari Inggris yang memberikan US$20 atau setara Rp194.000.

"Saya dari Singapura dan saya bersyukur atas kejujuran Anda," tulis penyumbang lainnya dari Singapura, Wong Zen-na, yang memberikan US$10 (Rp97.000).

Sumbangan ini akan terbuka selama 90 hari. Saat berita ini diturunkan, sudah delapan hari sumbangan dibuka, 4.753 orang yang menyumbang dengan total senilai US$120.383 setara Rp1,173 miliar.

Mendengar perihal sumbangan ini, Harris mengaku terkejut. Dia merasa tindakannya tidak luar biasa dan seharusnya memang dia lakukan.

"Saya kaget mendengarnya, saya menyukainya, tapi saya kira saya tidak pantas mendapatkannya. Apa yang saya rasakan adalah, 'seperti apa dunia ini jika seseorang mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya dan ini yang terjadi?'," kata Harris. (art)http://dunia.news.viva.co.id/news/read/392789-pengemis-jujur-dapat-hadiah-sumbangan-rp1-1-miliar
 

INSPIRASI : Wahyudin 'Mas Ganteng', Jadi Pemulung Sejak SD untuk Bayar Sekolah Hingga S1

 SUMBER : Edward Febriyatri Kusuma - detikNews Jumat, 01/03/2013 15:21 WIB 

Jakarta - Siapa sangka, sosok Wahyudin (21) yang tinggi besar ini adalah pemulung. Wahyu, yang suka dipanggil 'Mas Ganteng' ini memulung sampah sejak SD. Hasil dari memulung itu dia gunakan untuk sekolah dari SD hingga mencecap bangku kuliah. Gelar sarjana tinggal direngkuh Wahyu di depan mata.

detikcom menyambangi Wahyu di kediaman orang tuanya di Kampung Kalimanggis, Gang Lame, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/3/2013). Dia bercerita tentang kisah hidupnya.

"Awalnya ketika saya kelas 4 SD, saya mulai merasa tidak mungkin bisa sekolah sampai SMP," ujar Wahyudin.

Wahyu, terlahir dari ayah berputra 5 yang berpoligami, Mija (60) dengan Fatmawati (38), yang menjadi istri kedua, pada 12 Desember 1991 di Bekasi. Wahyu adalah sulung dari 3 bersaudara. Ayah dan ibu Wahyu adalah petani yang menggarap lahan kosong milik orang lain. Dengan kondisi itu, orang tuanya sibuk memenuhi kebutuhan perut Wahyu dan saudara-saudaranya. Sekolah pun tidak menjadi prioritas.

Saat kelas 4 SD itu Wahyu mulai khawatir tidak bisa sekolah. Ketika itu ia pun mulai menabung uang jajannya agar bisa sekolah.

"Saat itu saya berpikir kalau tidak sekolah bisa seperti kakak saya. Saya cuma bisa memendam di dalam hati karena tidak berani cerita ke orang tua saya yang galak," kenangnya.

Kehidupan Wahyu kecil tentu tidak seperti anak-anak SD lainya yang hanya tinggal belajar, tidak memikirkan masalah uang bulanan sekolah. Sampai suatu ketika ia bermain ke rumah tetangganya yang berprofesi sebagai pemulung di kampungnya.

Tetangga kampung yang bernama Ani dan anaknya yang bernama Jery hidup dengan cara memulung. Karena keinginannya yang kuat buat membiayai sekolah, maka Wahyu menyatakan ingin ikut menjadi pemulung pada tetangganya itu.

"Biar dapat duit supaya bisa sekolah. Dulu saya tidak tahu itu mulung, saya tahunya ngumpul sampah jadi duit," jelas Wahyu.

Sejak itu, 10 tahun yang lalu, Wahyu memulung mulai dari jam 1 malam hingga pagi waktunya sekolah. Kemudian memulung itu dilanjut lagi dari jam 22.00 hingga pukul 02.00 dini hari.

Rupiah demi rupiah ia kumpulkan hingga akhirnya menghasilkan uang. Sebagian dari uang tersebut digunakannya untuk membeli beberapa ekor anak ayam.

"Anak ayam itu saya ternakkan, kemudian ditabung. Terkumpul sekitar satu jutaan rupiah buat saya masuk sekolah SMPN 28 Bekasi," katanya.

Ketika SMP dia masih terus memulung untuk uang jajan sampai bayar SPP sekolah. Nenek Wahyu memberinya sepasang anak kambing untuk diternakkan. Hasilnya dia gunakan untuk uang masuk sekolah ke SMA 7 Bekasi. Selain menjadi pemulung dan menjual hasil ternak, Wahyu juga berjualan gorengan.

Sindiran dan cibiran diterima Wahyu dari teman-temannya ketika mengetahui profesinya yang identik dengan sampah dan kotor. Pemuda ini mengaku sempat kesal dan malu, namun disimpannya rasa itu dalam hati.

Dia makin giat menjadi pemulung saat masa libur sekolah karena kekhawatiran tidak bisa melanjutkan kuliah. Dari hasil memulung ini, Wahyu mendapatkan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari untuk biaya sehari-hari hingga bisa menyisakan Rp 300 ribu-Rp 500 ribu per bulan.

Hingga kini, Wahyu masih terus memulung untuk meneruskan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Beruntung, dia mendapatkan beasiswa dari kampus dan Disdik DKI sehingga meringankan biaya kuliahnya.

Kini Wahyu sudah sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.

"Aku berencana melanjutkan studiku ke S2. Bukan hal yang mudah memang. Itu perjuangan besar," kata Wahyu yang akan terus memulung hingga kelar S2 dan ingin menjadi pengusaha di bidang peternakan ini.

Kiprah Wahyu menjadi pemulung dikenal di perumahan Taman Laguna Bekasi. Wahyu menjadi satu-satunya pemulung yang diizinkan memulung di kompleks perumahan itu karena semua warga sudah mengenalnya sejak kecil. Hal ini dibenarkan oleh Satpam Taman Laguna Bekasi, Saimin.

"Oh si Wahyu.. iya dia memang sering mulung sampah di sini tapi itu jarang-jarang. Di sini cuma dia doang yang boleh mulung sampah. Soalnya dia sudah dikenal dari kecil sebagai pemulung. Udah gitu orangnya gimana ya, masih lugu dan polos gitu," kata Saimin yang dikonfirmasi detikcom.

(nwk/nrl)

Jakarta - "Dan bila kamu menginginkan sesuatu, semua unsur semesta akan berkonspirasi membantumu untuk mewujudkannya," demikian kutipan novel The Alchemist karya sastrawan Paoelo Coelho. Hal ini juga dipercaya Wahyudin 'Mas Ganteng', pemulung muda yang saat itu bingung mencari biaya kuliah.

Wahyu menceritakan ketika tiba waktu ia lulus SMA, ada ketakutan bahwa dirinya tak bisa kuliah. Maklum, orang tuanya hanya petani penggarap lahan orang yang harus menghidupi 8 perut anak-anaknya. Apa yang lantas dilakukannya?

"Tahu begitu saya langsung tulis proposal. Di situ saya merencanakan, kalau saya mau kuliah saya harus memulung 3 tahun lagi, baru saya bisa kuliah," kisah Wahyu saat ditemui detikcom di rumah orang tuanya, Kampung Kalimanggis, Gang Lame, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/3/2013).

Rencana masa depannya untuk kuliah ia tuangkan dalam bentuk tulisan dan gambar. Kemudian tulisan dan gambar itu dipajang di kamarnya. Dia memperhitungkan untuk mendapat biaya masuk kuliah harus mengeluarkan uang Rp 7 juta. Sementara tabungan yang ia miliki hanya Rp 2 juta.

"Artinya saya harus kumpulkan 3 truk sampah. Di situ saya gambar dan saya tulis, saya tujukan kepada Allah. Saya yakin kalau proposal saya dikabulkan oleh Allah pasti saya bisa kuliah," imbuhnya.

Wahyu pun berikhtiar hingga akhirnya, tak sampai 3 tahun, dia bisa berkuliah tahun itu juga. Ada beberapa orang yang bersimpati kepada Wahyu sampai akhirnya bersedia membantu biaya kuliahnya.

"Pas itu ada beberapa tetangga saya yang dermawan, mereka membantu saya untuk bisa kuliah. Karena kaget saya diberi bantuan saya langsung teriak-teriak ke ibu saya, 'Emak, Wahyu bisa kuliah'," ujar Wahyu.

Sampai akhirnya ketika kuliah dia masih terus melanjutkan profesi memulung. Dia memilih kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Saya udah nggak kepikiran kampus mana, karena tahun ajaran kuliah sudah mau ditutup. Jadi saya pilih di Uhamka jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi karena sudah gelombang terakhir juga," paparnya.

Hasil memulung antara Rp 30 ribu-Rp 50 ribu per hari, plus menjual gorengan cukup membantu Wahyu untuk kuliah. Ditambah, dia mendapatkan beasiswa dari kampusnya dan Disdik DKI. Ada pula kerabat yang bersimpati dan membantu biaya kuliahnya. Tak hanya biaya kuliah, Wahyu terkadang juga dikasih barang-barang seperti gadget hingga jam tangan. Tak heran, penampilan Wahyu tampak necis.

Terkadang Wahyu juga menyisihkan uangnya membantu menopang hidup keluarga. Kini, Wahyu sudah berhasil melalui sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.


Jumat, 15 Februari 2013

PESAN IBU UNTUK ANAK LELAKINYA :


Kiriman dari : Yani Mulyani

1. Ibu berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Ibu berkata, jika marah boleh tidak memberi uang, boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jgn bertengkar dengannya (membentaknya, memukulnya)

3. Ibu berkata, jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan engkau akan merasa seperti di surga.

4.Ibu berkata, besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dgn begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5.Ibu berkata, 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

6.Ibu berkata, diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yg kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.

7.Ibu berkata, banyak istri yang baik. Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yg baik dan mereka tdk mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali...

Rabu, 06 Februari 2013

Allah SWT Maha Mengetahui

 sumber:
ALLAH lebih mengerti Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia....

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha. Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih....

Allah SWT sudah menghitung air matamu. Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja...

Allah SWT sedang menunggu bersamamu. Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...

Allah SWT sudah punya jawabannya. Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...

Allah SWT dapat menenangkanmu. Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon...

Allah SWT selalu berada disampingmu Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang...

Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak. Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas...

Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu. Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan. ...

Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan 
 
Allah SWT sedang berbisik kepadamu Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur....

Allah SWT telah memberkahimu Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .. 
 
Allah SWT telah tersenyum padamu. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... .

Allah SWT Maha Mengetahui. Jika kau merasa diberkahi dengan artikel ini, sampaikanlah kepada orang yang kamu sayangi.