Label

Pengikut

Total Tayangan Laman

Sabtu, 23 Juli 2011

HADAPILAH RINTANGAN DEMI MENCARI PEMBERIAN ALLAH SWT




“ Dari Shofwan bin Saliem; dari seorang Pria Suku Asyja’, dari S:Abu hurairah ra: Rasulullah SAW bersabda,,” Tuntulah “kebaikan” di segenap masa (hidup) kalian!, carilah pemberia Allah SWT; karena Allah azza Wa Jall memiliki berbagai pemberian, kelebihan RahmatNya yang bisa saja diberikan kepada diantara hamba-Nya yang Dia kehendaki, dan mohonlah keepada-Nya agar cirri kalian ditutup, ketakutan kalian diamankan,. (Hadist.)

Ada tiga pengertian dari hadist ini :
1.       Kriteri “Mukmin” hidupnya harus penuh dihiasi “kebaikan; entah dengan menuntut ilmu islam Islam atau science modern yang berguna bagi diri, lingkungannnya. Atau melakukan kreatifitas lain yang sifatnya berintikan tetap berpegang teguh dalam agama Allah SWT, membina hubungan baik antar sesame manusia. Bilakah usainya melakukan kebaikan itu?. Tiada jawaban tepat selain “sampai mati”. Itulah konstansi muslim dalam menjalani hidup, kehidupan. Sesuai dengan sabda Nabi SAW,,”

,,”Sekali-kali Mukmin tiada akan kenyang dari kebaikan sampai pada puncak kepuasaaanya; yaitu : Meraih “Syorga”.
Riwayat lain dengan kalimat,,” dari kebaikan yang ia dengar,.
(H:R Tirmidzi. Ibn Hibbaan dari S: Abu sa’id ra./Shahih/.)

2.       Selaku Mukmin hendaknya bekerja keras, pantang menyerah demi meningkatkan taraf hidup, kehidupan yang layak dalam langkah menuju khidup kebahagian dunia, agam dan akhirat. Asal memulai dengancara halal tetap dalam jalur hokum islam serta dengan niat karena Allah  SWT demi kestabilan hidup, kehidupan dunia (tanpa adanya terbesit di “hati” cinta akan duniawi), dan peningkatan bekal di alam Sana.

3.        “Doa” bagi tiap Muslim tetap berperan serta disegenap ruang, waktu: disamping berkekuatan sebagai senjata Mukmim yang dengan izin Allah SWT juga mampu menolak berbagai hal buruk di sisa umur mendatang juga menambah energy bathin, Justru dengan “memperbanyak” doa lah (Terutama : Sholat!) merupakan identitas seorang mukmin sejati.



PUTUSKAN HARAP HANYA KEPADA ALAH SWT



                Dari Fudlail bin “Iyyadl, dari Hisyam, dari Al-Hasan (Bashory) dari S:’Imran bin Hushoin ra, berkata,, Rasuluulah SAW bersabda,,”Siapa yang memutuskan diri hanya berharap kepada Allah SWT; niscaya Allah akan mencukupinya akan segala kebutuhan hidup, diberinya rezeki dari arah yang tiada disangka, dan barang siapa yang keputusan dirinya (hanya) kepada duniawi: niscaya Allah SWT akan mewakilkannya. (dengan diberikannya kesibukan perihal duniawi saja). (Hadits.)

Ada 2 pengertian dalam hadist ini  :
1.       Jangan sampai usaha duniawi hanya diforsir untuk kepentingan  dunia saja, tanpa melibatkan adanya niat, tujuan guna bekal (amal shalih) menuju Akhirat.

2.       Ada kesamaan arti dengan doa nabi Muhammad SAW sbb,,”
“ Ya Allah, jangan Engkau jadikan aku (terlalu) mengandalkan diriku sendiri atau kepada satu diantara makhluk-Mu sekejappun.”
(H:R Al- Bazzaar dari S:Ibn ‘Umar ra. (Al-Jamiush shaghier jilid :1, hal :57)


                “Kata Al’Awaam bin Hausyab,,”Ketika kami digiring ke penjara Al-hajjaj Ibrahim At-Taimy pun ikut kena tangkap bersama kami, Lalu pinta kami,, “Berilah pesan “ untuk kami?. Jawabannya,,”Kupesankan agar kalian tetap mengingat aku di sisi Penguasa di atas penguasa yang pernah dipinta tolong oleh Nabi Yusuf As pada temannya agar kalau sudah bebas diingattkan bagi kebebasan beliau juga. (Hikmah)

Ada tiga pengertian dalam hikmah ini :
1.       Hendaknya setiap muslim saling bertolongan dalam kebaikan; baik secara langsung atau tidak. Walau berupa doa.
2.       Dalam situasi apapun hendaknya tetap percaya penuh kepada Allah SWT dan berpegang teguh pada Agama-Nya dengan pengalaman.
3.       Jangan berkecil hati, waswas, serahkan semuanya  dengan berbaik sangka  kepada Allah SWT.

PEDOMAN HIDUP & KEHIDUPAN




1.       Sabar menghadapi cobaan & duka termasuk ibadah.

2.       Allah SWT menyenangi hamba yang senantiasa memohon anugrahNya.

3.       Sifat “sabar” adalah karunia Allah SWT yang terbaik.

4.       Hanya dengan taqwa kepada Allah SWT , segala himpitan akan ada jalan keluarnya

5.       Gantungkan segala permintaan hanya kepada Allah SWT.

6.       Usahalah dengan jujur, yakin ; jika tak mampu bersabarlah.

7.       Beban dunia yang ringan akan ringan pula di Akhiratnya kelak.

8.       Allah Maha Pengampun Dosa, penyirna susah, balak.

9.       Atasilah pahit getir dunia dengan sabar.

10.   Bagi Mukmim, suka & duka adalah sama.

11.   Sabar termasuk menhapus kesalahan.

12.   Jangan sedih karena yang Allah SWT tentukan pasti terjadi.

13.   Segala yang ada sudah terjadi qadha & qadar Ilahi.

14.   Suka & duka akan datang silih berganti.

15.   Yang dibenci bisa jadi lebih baik dari yang disenangi.

16.   Allah SWT menyenangi hambanya yang terkena cobaan, yang setatu tetap berdoa.

17.   Jangan terbaru nafsu hanya sebab duka cita.

18.   Segi “lahir” berusaha keras, segi “batin” minta kepada Allah SWT.

19.   Hadapi rintangan yang payah demi mencari pemberian Allah SWT.

20.   Putuskan harap hanya kepada Allah SWT.

21.   Patuhulah perintah Allah SWT ; niscaya Allah SWT turuti keinginanmu.

22.   Sifat belas kasihanmendatangkan rahmat, nikmat Ilahi.

23.   Bukalah duka, balak dengan “doa”.

24.   Ingat akan “mati”.

25.   Saat mengurusi duniawi, renungkan pula akhir kembalinya.

Sabtu, 16 Juli 2011

KEISTIMEWAAN WANITA DALAM ISLAM


1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia- sia".

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.


3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.


4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.


5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.


6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.


7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.


8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.


9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).


10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.


11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.


12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., "Suaminya." "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah s.a.w, "Ibunya."


13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu-bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.


14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga shalat dan puasanya.


15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.


16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.


17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.


18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.


19. Dari Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."


(coppast status seorang teman)

Dosen Teknik UGM Donorkan Jasadnya Untuk Ilmu Pengetahuan

Sabtu, 16/07/2011 16:06 WIB
Bagus Kurniawan - detikNews


Jakarta - Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta almarhum Dr. Ir. Fitri Mardjono, M.Sc, menyumbangkan kornea mata dan jasadnya (Kadaver) ke Fakultas Kedokteran (FK). Kornea mata akan dicangkokkan pada orang yang membutuhkan donor kornea mata. Sedang jasadnya juga akan digunakan sebagai bahan pendidikan khususnya bagi kalangan dokter.

Almarhum Fitri Mardjono meninggal dunia hari ini, Sabtu (16/7/2011) pukul 02.00 WIB. Kepada keluarga, almarhum sudah berwasiat sebelumnya soal itu sejak lama.

Menurut istri alm.Dr.Fitri Mardjono, Dra. Pangesti Wiedarti, M.Appl.Ling, Ph.D mengatakan keinginan untuk menyumbangkan kornea mata maupun jasad tersebut telah disampaikan almarhum sekitar 3 tahun silam. Almarhum semasa hidupnya memang dikenal tinggi rasa sosial dan kemanusiaannya. Terbukti selama hampir 12 tahun beliau merupakan pendonor darah tetap di PMI.

"Memang almarhum semata-mata ingin membantu sesama serta pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan khususnya di dunia kesehatan. Selain almarhum, saya pun juga berkomitmen sama," kata Pangesti sesuai pelepasan jenazah di Gedung Radioputro FK UGM, Sabtu (16/7/2011).

Menurut Pangesti, apa yang sudah dilakukan oleh almarhum bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai kepada dua hal, yaitu kecerdasan serta kesehatan. Keduanya saling terkait dan saling mendukung. Keluarga juga berharap kepada masyarakat agar bisa semakin yakin dengan berbagai pengobatan yang dilakukan para dokter di Indonesia sehingga tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

"Ini yang belum jadi budaya masyarakat. Mereka masih banyak yang pergi berobat ke luar negeri seperti cangkok kornea mata atau ginjal,”kata Pangesti yang juga pengajar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra UNY itu.

Sementara itu dr. Muhammad Mansyur Romi, S.U., PA(K) Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya FK UGM yang juga pakar anatomi menjelaskan kasus seperti yang dilakukan oleh alm. Dr.Fitri Mardjono sangat jarang. Yang sudah dilakukan oleh almarhum ini memang masih jarang dilakukan di Indonesia. Namun, di luar negeri hal tersebut sudah sering terjadi seperti di Jepang atau AS.

"Kalau donor kornea mata memang sudah banyak. Lain dengan yang sudah menyumbangkan kadavernya. Semoga ini bisa dijadikan semacam teladan kepada yang lain jika ingin memberikan manfaat kepada sesama," tutur Mansyur didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Usaha dan Kesejahteraan FK UGM, Prof. dr. Suhardjo, S.U., Sp.M(K).

Senin, 11 Juli 2011

Lembayun Bali

by : Saras Dewi


Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

Sabtu, 02 Juli 2011

GURINDAM XII

sumber :
Zakirman Tanjung 

Ini gurindam pasal yang pertama

Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia melarat.


Gurindam II

Ini gurindam pasal yang kedua

Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.


Gurindam III

Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
kabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.


Gurindam IV

Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itulah perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa berkata kotor,
mulutnya itu umpama pelor.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V

Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI

Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII

Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila mendengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII

Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,

Gurindam IX

Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaitulah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X

Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI

Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah, dahulukan hajat.
Hendak dimulai, jangan melalui.
Hendak ramai, murahkan perangai.

Gurindam XII

Ini gurindam pasal yang keduabelas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sembarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasih dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.

(Raja Ali Haji)

** coppast dari catatan seorang teman

Jumat, 01 Juli 2011

SESUDAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN

DALAM menjalani aktivitas kehidupan begitu banyak orang yang kita temukan terjebak sikap putus asa. Mereka sepertinya memandang dunia ini sebegitu sempit. Ketika apa yang hendak dia capai selalu kandas, dia pun mem-vonis hidupnya telah gagal. Pilihan berikutnya bisa jadi mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Tetapi, tak sedikit pula yang kehilangan akal sehat, lalu bertindak kasar dan brutal.

Jika orang yang berputusasa memilih bunuh diri, mungkin persoalan dengan orang itu telah selesai. Permasalahan justru bisa runyam ketika banyak orang frustrasi memilih bertindak brutal. Ada yang banting stir jadi garong dengan beragam modus, mengacam tatanan yang sedang berjalan atau malah menggerakkan kerusuhan secara luas.

Bisa dipastikan, orang-orang yang keluar dari jalur atau cara-cara yang lazim dalam melakoni hidup umumnya dilatari oleh aneka kesulitan yang mereka alami. Selain kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidup atau keinginan yang tak berbatas, tak sedikit orang yang menjadi frustrasi akibat kesulitan mewujudkan kepentingan; biasanya terhadap oleh perbedaan basis atau pandangan politik. Mereka pun melawan pemerintahan yang sedang berkuasa dengan mengerahkan aksi massa.

Cara-cara melakukan pengerahan pun beragam pula. Bisa dengan cara menebar provokasi yang intinya menyangkut hajat dasar orang banyak, akan tetapi yang paling mudah justru dengan memberikan pembayaran berupa uang plus fasilitas untuk melakukan aksi demonstrasi. Rakyat tertentu yang sedang tak punya aktivitas menghasilkan tentu akan menyambut baik ajakan berbayar itu.

Intinya,  banyak orang yang kehilangan akal sehat akibat kebodohannya cendrung terjerumus ke jurang putus-asa kemudian memilih cara-cara tidak logis dan tidak etis dalam melabuhkan hasrat nafsunya. Mereka menjadi tidak sabar akibat kemampuan intelektualnya rendah dalam meyakinkan dan mempengaruhi pihak-pihak berkompeten yang menghalangi kepentingannya.

Padahal, kalau saja orang-orang seperti itu mau membaca, memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, ia akan menemukan banyak celah solusi untuk mengatasi persoalan hidup yang dia hadapi. Sayangnya, terlalu banyak orang yang salah beranggapan, yang mengira keseluruhan isi ayat Al-Qur’an hanya berupa peringatan dengan acaman azab neraka jahannam terhadap orang-orang yang berdosa.

Tidak! Sekali-kali tidak! Al-Qur’an juga berisi petunjuk dan penyejuk kepada jiwa dan pikiran manusia agar bisa menjalani kehidupan di dunia dengan lebih baik. Maka, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Surah A Lam Nasyrah [94] ayat 5 – 6).

Kitab Suci yang diturunkan Allah SWT melalui wahyu dengan mengutus Malaikat Jibril as kepada Rasulullah Muhammad SAW juga memuat tentang anjuran senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia dan alam. Sayangnya, insan yang diberi Allah SWT berupa akal dan pikiran cendrung melakukan dan berbuat kerusakan. Pebukitan yang semestinya dijaga kelestarian tanaman keras di atasnya justru digunduli untuk memenuhi nafsu ekonomi manusia-manusia serakah. Akibatnya, bencana demi bencana pun melanda di mana-mana.

Padahal, kalau saja mereka bersabar (QS Ya Sin 87) dan senantiasa bersyukur (QS Ibrahim 7), Tuhan telah menjamin kesinambungan hidup makhlukNya dengan menjamin kecukupan kebutuhan mereka. Sebab, pada dasarnya, Tuhan Yang Maha Jelimet lagi Maha Menghitung sesungguhnya sudah menciptakan alam beserta isinmya secara sangat berimbang.

MIRIS

aku bagaikan sebatang pohon yang tumbuh di padang tandus
bertunas dan mekar manakala embun pagi mengelus
tetapi kerap meranggas tiap kali kerontang memberangus

aku tidak dibesarkan mata air kasih-sayang
bentangan realita kerap memaksaku terjengkang
lalu terhempas dan tumbang
: inilah catatan buram sang pecundang

tetapi aku tak pernah menyerah
semua derita menjadikan jiwaku terasah
kubuang segala resah dan keluh-kesah
lantaran kuyakini Laa-ilaha-illallah

berpantang bagiku berkata tidak
dalam merealisasikan kehendak
biar setiap pintaku sering tertolak
aku terus berikhtiar secara otodidak

menulis, berkarya dan berjihad terus kujalani
kuberserah padaNya soal rizki
banyak atau sedikit tak kuhiraui
urusanku hanyalah menyukuri

Tuhanku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Tuhanku beserta jiwa² yang tenang
Dia membenci insan pembangkang
yang menganggap diri selalu menang

aku memang tak selalu tangguh
jiwaku terkadang lemah dan rapuh
dengan istighfar dosa² kubasuh
iman dan taqwa kujaga utuh
walau tiap saat terasa hendak runtuh

ah, jangan kautanya kemampuanku bersabar
tidak! aku tidaklah kuat dan sering terkapar
terlebih menyaksikan anak²ku lapar
betapa kurindu melihat mata mereka berbinar

tiada yang bisa kusalahkan
mungkin hidupku sedang diterpa cobaan
doa dan usaha yang kulakukan sedang tak menghasilkan
kusadari, semua realitaku kehendak Tuhan

Ah, setan makin gencar menggodaku melepas iman ...

PENYELAM KERANG MUTIARA

oleh Zakirman Tanjung 

Kita dalam menjalani hidup ini bisa diumpamakan seperti penyelam yang terjun ke dasar laut untuk mencari dan mengumpulkan kerang mutiara.

Seorang penyelam, sebelum menceburkan diri ke dalam laut, tentu membekali diri atau dibekali majikannya seperangkat alat bantu pernapasan. Di antara perangkat itu adalah tabung oksigen.

Ketika hendak menyelam niatnya tentulah mencari dan mengumpulkan kerang mutiara sebanyak-banyaknya. Akan tetapi, sesampai di dasar laut, si penyelam bertemu dengan perbagai jenis ikan aneka bentuk dan warna. Selain itu, ia juga menemukan taman yang ditumbuhi kerang-kerang hias nan indah mempesona.

Tamasya itu menyebabkan si penyelam terlupa pada tujuannya semula; mencari dan mengumpulkan kerang-kerang mutiara. Ia asyik bermain dan bercengkerama dengan panorama bawah laut.

Setelah penat bermain-main, si penyelam pun tersadar jika sisa oksigen dalam tabung di punggung bakal habis. Ia pun buru-buru mencari dan mengumpulkan kerang mutiara, lalu menyimpannya dalam keranjang khusus yang sudah ia persiapkan.

Lantaran terburu-buru, ia lupa menutup rapat keranjang berisi kerang tak seberapa, kemudian mengapungkan kembali tubuhnya. Namun, sial, sesampai di permukaan laut dan berenang ke pantai, si penyelam kaget karena tak menemukan satu kerang pun di dalam keranjang.

Majikan yang membekalinya perangkat pernapasan buatan pun sangat marah. Jangankan memberi upah dan menghargai jerih payah si penyelam, si majikan justru memberikan hukuman yang berat; bahkan memecatnya. Si penyelam pun kehilangan mata pencaharian. Usahanya sia-sia dan merugi.


KETERANGAN

Penyelam = kita
lautan = hidup ini
aneka jenis ikan dan taman kerang hias = godaan dunia seperti harta, tahta dan wanita
kerang mutiara = amal shalih
persediaan oksigen = usia
majikan = Tuhan Yang Mahakuasa

Oya, tutup keranjang = ketulusan dan keikhlasan dalam berbuat baik atau beramal shalih

TAK GUNA MENYALAHKAN

Sumber :

tak guna kau menyatakan keluhanmu
orang-orang takkan bersimpati padamu
mereka justru akan tertawa karena menganggap keluhanmu lelucon
mereka tertawa lantaran kepekaan sosial mereka telah tiada

tak guna pula kau menyalahkan mereka
toh bagi mereka kau bukanlah siapa-siapa
mereka tertawa karena memang bisa tertawa
mereka mungkin belum tahu bagaimana pahitnya derita
tak guna jua kau mendoakannya sengsara

mending jalani saja realitamu dalam diam
hidupmu bukanlah sebagaimana teori yang pernah kau pelajari
orang-orang terdekatmu bahkan takkan memahami
maka, tak guna mengabari kesusahanmu pada mereka
takkan ada yang percaya

bersyukurlah karena kau masih memiliki kesadaran akan Tuhan
bersyukurlah karena kau masih menunaikan perintah dan menjauhi laranganNya
walau tertatih-tatih
walau kau sering merasa tak kuat bertahan dari segala goda
walau berkali-kali kau nyaris terjerembab ke jurang nista
bersyukurlah karena Tuhan masih memeliharamu

tak guna kau menyesali mengapa dirimu terlanjur memahami akidah dan etika
tak guna, meski karenanya kau tak berdaya menggapai nafsu angkara
meski kau tak kuasa menghalalkan segala cara
meski karenanya nafsumu jadi tersiksa
setidaknya moralmu masih terpelihara

lapar dan dahaga hanyalah soal rasa
dengan menahannya paling ragamu yang merana
tetapi jika kau memenuhi dengan mengorbankan akidah,
jiwamu akan terus resah
batinmu akan senantiasa gelisah

mungkin ujian ini terasa bagimu begitu berat
tetapi kau masih bisa memikulnya kan?
buktinya kau masih hidup
buktinya kau masih mampu mengingatNya
walau kau rasa tak sempurna
walau kau rasa ibadahmu tak khusu'

biarkanlah orang-orang menilaimu bagaimana
meski mereka orang-orang terdekatmu
biarkan saja, toh mereka tak memahamimu
toh ujian hidup ini untukmu bukan untuk mereka
tak guna pula kau tenggelam dalam angan; suatu ketika mereka akan mengerti
biarkanlah waktu yang menunjukkan realita

ooo...w, soal mimpi dan angan yang selalu menerpa jiwa
soal kecewa lantaran kau merasa selama ini telah berjasa
lupakan saja atau biarkanlah menggerogoti
tak guna kau menyalahkan itu semua
hanya akan membuat pikiranmu jadi gerah

ah, tak guna pula kau bertanya mengapa Tuhan menciptakan realitamu begini
Dia adalah Pemilikmu
Dia Mahatahu atas dirimu
Dia Mahakuasa
Dia berbuat sekehendakNya
takkan ke mana kau akan menggugat
takkan ke mana kau memohon perlindungan dan pertolongan, kecuali kepadaNya

bunuh diri?
ha ha ha ha ha ha ....
kau pikir itu solusi?
jika kau nekat mengakhiri hidupmu dengan cara konyol,
maka itulah awal derita kekalmu
kau akan disiksa hingga akhir masa

KISAH SEORANG PENDOA

 Sumber :
Zakirman Tanjung



Ketika kumohon kepada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika kumohon kepada Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika kumohon kepada Allah kesejahteraan, Allah memberiku akal untuk berpikir.

Ketika kumohon kepada Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.

Ketika kumohon kepada Allah sebuah cinta, Allah mempertemukanku dengan orang-orang bermasalah untuk kutolong.

Ketika kumohon kepada Allah bantuan, Allah memberiku kesempatan untuk mendapatkannya.

AKU TAK SELALU MEMPEROLEH APA YG KUMINTA, TETAPI AKU MENERIMA APA YG KUBUTUHKAN.
Doaku pun terjawab sudah.
Tuhanku Mahaadil, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Mahakuasa atas segala sesuatu

Alhamdulillah!