Label

Pengikut

Total Tayangan Laman

Sabtu, 11 Desember 2010

Terlanjur Karena Serakah Terhadap Harta

   
     Harta menjadi gula yang selalu didatangi semut manapun. Pusaran manusia hari ini tidak jauh dari harta. segala aktifitas dan rencana tidak jauh dari keinginan mendapatkan pundi-pundi harta. Apalagi pada suasana hari ini, ketika peluang kerja semakin sempit, makin tidak sesuai dengan kebutuhan. Penggaruran sudah menumpuk. meningkat dari hari ke hari. bahkan mereka yang sudah bekerja harus dikeluarkan dengan alasan perusahaan defisit atau alasan-alasan lainnya.
     Orang semakin memperebutkan harta dunia yang panas ini. Karena tuntutan perut sering tidak sabar menanti barang sesaat saja. Dan bayangkan tentang kenikmatan duduk menjadi orang kaya selalu ada di benak. Jika kendali iman melemah, maka menghalalkan segala cara adalah jawabannya. Kriminalitas dngan dalih tidak ada pekerjaan sering kita dengar. Akhirnya ketika diminta untuk taubat kembali, yang ada adalah kata terlanjur. Terlanjur ingin kaya.
     Keinginan mendapatkan harta tidak terbatas hanya pada orang yang kekurangan saja. Mereka yang sudah sangat berkecukupan sekalipun, terkadang malah lebih tamak. Tidak pernah merasa puas. Tidak pernah berhenti barang sebentar untuk sekedar mengucapkan Alhamdulillah. harta orang susah pun menjadi santapannya. setelah itu masih saja berani memunculkan wajahnya di hadapan masyarkat berwujud pahlawan dan tokoh besar.
     Memang manusia tidak pernah puas walaupun sudah mempunyai emas sepenuh satu lembah. Ia pasti mengingikan lembah-lembah berikutnya. Perhelatan perebutan harta akan terhenti hanya ketika ajal tiba. " Bermegah - megahan telah melalaikan kamu. sampai kamu masuk kedalam kubur. jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat pebuatanmu itu). dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui." (At-Takasur:1-3)
     Keinginan untuk bermegah-megahan sampai menhghilangkan rasa malu di hadapan Allah. atau rasa malu di depan masyarakat. kalau rasa malu sudah hilang tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan lagi. Karena ia bisa berbuat semaunya tanpa rasa sungkan dan riskan.
     Inilah yang ditakutkan Nabi akan menghancurkan umat ini. " Demi allah aku tidak takut kalian miskin. Teapi justru aku takut kalau dunia ini dibentangkan lebar-lebar dihadapan kalian. Maka kalian pun berlomba-lomba seperti umat sebelum kalian. Dan kalian akan hancur olehnya sebagaimana mereka hancur."
     Seharusnya tidak ada kata terlajur. Seharusnya cepat dikembalikan hak oranga lain itu dan taubat. Karena sebenarnya harta yang diraih dengan jalan haram hanya akan menambah hidup ini menjadi panas. Rumah kita menjadi tidak tentram. Dan bayangan kenikmatan hidup sirna. dan sebelum kehancuran terlajur menghampiri.
Sumber : TARBAWI Edisi 66/21 agustus 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar