Label

Pengikut

Total Tayangan Laman

Minggu, 03 April 2011

MAKSIMALKANLAH, SIAPA TAHU KITALAH PEMENANGNYA

Sumber : Tarbawi Edisi 66 / 21 Agustus 2003

                Peluang untuk sukses bukanlah selalu melalui jalan yang ada di benak kita saja. Jika terlanjur memilih sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam benak kita, bukan berarti jalan kesukseskan sudah tertutup. Yang sebenarnya menutup jalan itu adalah kita sendiri. Dengan cara berputus asa, dan tidak mau bertindak lebih maksimal.
                Sejalan dengan waktu, seharusnya kita mulai berpikir maksimal pada dunia yang hari ii kita jalani. Karena tanpa upaya maksimal, pilihan yang terlanjur hanya akan menambah suasana semakin rancu. Tidak ada yang bisa kita dapatkan.
                Padahal kita selalu ingin lebih baik dan sukses. Namun kebesaran tidak akan muncul tanpa kesungguhan dan usaha maksimal. Mencoba meraih tangga-tangganya terus hingga kita raih puncaknya. Jangan hanya terpaku melihat ke belakang Karena orang-orang di sekeliling kita telah mendahului dan kita sedang berpacu dengan waktu. Lebih baik lima yang kita dapat hari ini daripada sepuluh tetapi hanya dalam khayalan. Yang lima itu, jika dikembangkan terus dengan maksimal akan menjadi sepuluh atau bahkan lebih.
                Segala cara yang baik untuk mencapai maksimal harus diusahakan. Jangan hanya tenggelam di lautan masa lalu dan berkhayal panjang angan-angan. Karena hidup adalah hari ini. Abu Hazim berkata, “Apa yang telah  berlalu dari peristiwa dunia ini adalah impian dan apa yang akan datang adalah harapan.”
                Kalau terlajur kita memilih pekerjaan yang tidak pas, maksimalkanlah pada pekerjaan kita hari ini. Karena siap tahu tenyata dunia kita ada disini. Karena terkadang kita sering kehilangan kemampuan besar diri disebabkan  ketidaktahuan kita akan kemampuan sebenarnya. Cobalah melakukan suatu hal dengan maksimal. Siapa tahu Allah telah menyiapkan sebuah rencana besar, dimana kita akan menjadi orang yang besar di bidang yang awalnya kurang berkenan di hati.
                Kalau terlanjur kita berumah tangga dengan orang yang tidak sesua, berusahalah maksima untuk mencintai dan saling memahami serta menciptakan rumah tangga yang damai. Karena kita kini dihadapkan pada dua pilihan sulit. Berhenti berarti hancurnya rumah tangga. Atau diam berarti kita akan selalu diliputi oleh kegundahan. Maka jawabannya adalah berusaha semaksimal untuk membuat taman surga di antara ruangruanag rumah kita dengan berbagai cara.
                 Kalau terlanjur kita mendapat jurusan kuliah yang tidak sesuai dengan yang pertama kali kita idamkan, maka berusahalah maksimal dalam belajar. Jangan sampai terlambat, waktu terbuang percuma hanya untuk menangisi dan menyesali yang tidak ada di tangan kita. Karena bisa jadi, inilah sebenarnya jurusan terbaik bagi kita. Usahakan dengan maksimal dulu. Jangan memvonis bahwa kita tidak bisa sukses. Karena vonis kita akan memenjarakan diri dalam kungkungan jeriji kegagalan demi kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar