Label

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 01 September 2012

KEAJAIBAN MATEMATIKA

 sumber : Zakirman Tanjung
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
...
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888 hebat kan?

Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21 kurang hebat,,,,

Sekarang lihat ini: Jika 101% dilihat dari sudut pandangan matematika, apakah ia
sama dengan 100%, atau ia lebih dari 100%? Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi di mana
seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya. Bagaimana bila ingin mencapai 101%? Apakah nilai 100% dalam hidup?

Mungkin sedikit formula matematika di bawah ini dapat membantu memberi jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif di dalam diri kita, masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4
= 101% atau,

SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

sumber: copas dari status temen..:).

Minggu, 05 Agustus 2012

Inspirasi : KISAH SEORANG TUKANG SOL SEPATU

 sumber dari : Zakirman Tanjung

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah Sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan Condong Catur demi menyambung hidup. Mbah Sarno sudah pulu...han tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berpikir, “Mau nonton apa saya malam ini?”, Mbah Sarno cuma bisa berpikir, “Saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi Mbah Sarno, setiap hari adalah hari kerja. Di mana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, di situ dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11.00 tadi, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, dia pun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika Mbah Sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa, Pak?”
“Lima ribu rupiah, Mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah Sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah, Mas, nggak ada uang pas ya?”
“Nggak ada, Pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah, Pak.”
“Maaf Mas, saya nggak punya uang kembalian.”
“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah, saya cari dulu sebentar, Pak, ke warung depan.”
“Udah, Mas, nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja, Mas, kalau kita ketemu lagi.”
“Oh, syukurlah kalo gitu. Ya sudah, makasih ya, Pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi Mbah Sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar.

Ia terus menanamkan dalam hatinya, “Ikhlas. Insya Allah akan dapat gantinya.”

Waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat Ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya Allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakMu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Saat ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah, kebetulan kita ketemu di sini, Pak. Ini bayaran yang tadi siang, Pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh, loh, Mas? Ini Mas belum mecahin uang ya? Maaf, Mas, saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar, Mas. Ini nggak salah ngambil, Mas?”

“Sudah, Pak, terima saja. Kembaliannya sudah saya terima tadi, Pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal, Pak. Untung Bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya Allah minggu depan saya berangkat ke Prancis, Pak. Saya mohon doanya ya, Pak!”

“Aamiiin, tapi ini terlalu banyak, Mas.”
“Saya bayar sol sepatu cuma Rp5000, Pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya dan keikhlasan bapak hari ini.”

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dalam kesulitannya. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.

Kesuksesan akan menyertai keikhlasan dan rasa syukur

###

Sumber: email kiriman Ajo Duta

Jumat, 20 Juli 2012

Dialog Hatim Al-Ashom & Syaqiq Al-Balkhy Soal 8 Hikmah Kehidupan

sumber:   Selasa, 17/07/2012 13:03 WIB Emka Shofa - detikRamadan

Jakarta - Hatim Al-Ashom adalah murid dari Syekh Syaqiq Al-Balkhy. Suatu ketika Syekh Syaqiq bertanya pada Hatim:

Syaqiq: Wahai Hatim, berapa tahun kamu menemaniku?

Hatim: Tiga puluh tiga tahun. 

Syaqiq: Ilmu apa yang telah engkau hasilkan, dan berapa banyak faidah yang telah engkau ambil dariku?

Hatim:
Aku menghasilkan delapan faidah

Syaqiq: Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, wahai Hatim! Aku menghabiskan umurku dalam mendidikmu dan engkau hanya menghasilkan dariku kecuali delapan faidah ini?
Hatim: Wahai guruku, bila engkau menuntut kejujuran dariku, maka aku tidak menghasilkan kecuali apa yang aku katakan dan aku tidak menuntut yang lainnya, karena sungguh aku yaqin tidak bisa aman dan selamat dunia-akhirat kecuali delapan ini, dan lainnya telah dicukupkan dengannya.

Syaqiq: Katakanlah padaku apa faidah delapan ini?

Hatim: 1. ku melihat para makhluk dan aku melihat di antaranya ada yang memilih kekasih tercintanya, ada pula yang menemani kekasihnya sampai ajal menjemput hingga di sisi kuburnya. Setelah itu berpamitan lalu kembali dan tidak mau mengikuti masuk kubur bersama kekasihnya. Aku berfikir agar menemukan kekasih yang kelak menjadi teman dan mau menemani dalam kubur, maka aku tak menemukannya kecuali amal baik. Maka aku memilih amal baik dan kujadikannya sebagai kekasih yang mau menemani dalam kubur.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik, wahai hatim

Hatim: 2. Aku melihat makhluk maka aku mendapatinya hawa nafsu pada mereka. Aku berfikir dalam firman Allah (yang artinya): "Dan barang siapa takut pada derajat Tuhannya dan mencegah hati dari hawa nafsu, maka sungguh surga adalah tempatnya". Aku yaqin bahwa Alquran adalah benar dan aku menyelisihi nafsu yang mengajak keburukan, memperkuat ucapan dalam memerangi hawa nafsu, dan tak memberi kebutuhan dan keinginan hawa nafsu hingga mau menurut di bawah ketaatan Allah yang haq.

Syaqiq: Semoga Allah menambah kebaikan padamu

Hatim: 3. Aku melihat makhluk ini lalu kudapati tiap salah satunya melakukan jerih payah untuk mendapatkan sesuatu dari harta dunia, kemudian apa yang mereka peroleh selalu dijaganya lalu bersuka ria karena berprasangka telah mendapatkan sesuatu yang diburunya. Aku angan-angan akan firman Allah: "Sesuatu yang di sisi kalian akan sirna, dan sesuatu di sisi Allah akan kekal". Oleh karenanya, sesuatu yang aku hasilkan dan kumpulkan beberapa tahun maka aku sedekahkan pada fakir dan kujadikan titipan di sisi Allah agar kekal, menjadi bekal, dan harta simpanan akhiratku.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik

Hatim: 4. Aku melihat alam ini lalu kulihat kaum manusia menyangka bahwa keluhuran dan kemuliaan manusia karena banyaknya kerabat dan handai tolan lalu bersombong dengannya, kaum yang menyangka bahwa kemuliaan dan kehormatan karena banyak harta dan anak lalu bersombong dengannya, dan kaum yang menyangka bahwa derajat dan terhormat diperoleh dengan marah, misuh, memukul, dan mengalirkan darah lalu bersombong dengannya. Aku teringat firman Allah: "Sungguh kemuliaan kalian di sisi Allah adalah yang paling takwa kalian". Aku yakin alquran adalah benar walaupun makhluk menganggapnya salah. Maka aku pilih takwa hingga agar aku di sisi Allah termasuk dari golongan yang mulia.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik

Hatim: 5. Aku melihat makhluk lalu kudapati kaum yang marah dan dengki di antara mereka dengan sebab cinta harta dan tahta, aku berfikir dalam firman Allah: "Aku (Allah) telah membagi pangan (maisyah) di antara mereka di kehidupan dunia". Sungguh aku percaya pembagian ini telah ditetapkan sejak zaman azali (dahulu), tak ada hak seorang pun memilih sesukanya, maka aku tiadalah dengki pada seorang pun setelahnya (mengetahui kepastian pembagian). Aku rela dengan pembagian Allah swt dan berdamai dengan ahli dunia.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik

Hatim: 6.Aku melihat alam ini lalu kulihat sebagian makhluk memusuhi lainnya sebab tujuan nafsu dan gangguan setan. Aku teringat firman Allah: "Sungguh setan bagi kalian adalah musuh, maka ambilah dia sebagai musuh kalian". Aku yakin Alquran benar, selain setan dan pengikutnya bukanlah musuh, maka aku ambil setan sebagai musuhku, dan tak aku taati perintahnya. Aku mentaati perintah Allah taala dan mengagungkan-Nya, dan tak memusuhi seorangpun dari makhluk-Nya. Dan juga jalan yang lurus sesuai firman-Nya: "Apakah aku tidak berjanji pada kalian wahai bani Adam agar tidaklah kalian menyembah setan, sungguh ia adalah musuh yang nyata bagimu, dan beribadahlah kalian pada-Ku, ini (semua) adalah jalan yang lurus".

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik, wahai Hatim

Hatim: 7.Aku melihat alam ini maka kulihat tiap satu sama berusaha sekuat tenaga dan bahkan menghinakan dirinya untuk menghasilkan makanan. Oleh karenanya, mereka banyak terjerumus pada keharaman dan syubhat. Aku teringat pada firman-Nya: "Tidak ada hewan satupun di muka bumi kecuali Allah telah memberi rizkinya". Dan juga firman-Nya: "Dan sungguh tiada manusia kecuali apa yang dilakukannya". Sungguh aku mengetahui bahwa aku adalah salah satu hewan di muka bumi, dan rizkiku telah ditanggung oleh Allah swt. Dan aku dituntut dengan melakukan perbuatan dalam mencari akhirat. Maka aku sibukkan dengan Allah.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik

Hatim: 8. Aku melihat pada makhluk ini, maka kudapati sebagian hanya mengandalkan pada harta dan jabatannya, sebagian hanya mengandalkan pada pekerjaan dan keahliannya, dan sebagian lagi mengandalkan pada makhluk sejenisnya. Aku teringat pada firman-Nya: "Dan barangsiapa berpasrah pada Allah, maka Dia yang mencukupinya". Maka aku bertawakkal pada Allah, Allah yang mencukupiku, dan sebaik-baiknya dzat yang dipasrahi adalah Allah.

Syaqiq: Engkau telah berbuat baik, wahai Hatim. Semoga Allah swt selalu menolongmu. Sungguh aku melihat dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Alquran) maka kudapati apa yang ada di empat kitab ini tidak keluar dari delapan faidah. Barangsiapa mau mengamalkannya, maka sungguh telah mengamalkan apa yang ada di empat kitab
(Diambil dari kitab Khalasoh At-tashanif karya Hujjatul Islam Al-Ghozali dalam bahasa Persia yang diarabkan oleh Syekh Muhammad Amin Al-Kurdy)

Rabu, 18 Juli 2012

INSPIRASI : Kisah Tunawisma Jujur, Serahkan Uang Rp92 Jt Alasan Santos mengembalikan uang adalah untuk menuruti ajaran ibunya

 SUMBER : VIVAnews
Rabu, 18 Juli 2012, 05:14 Elin Yunita Kristanti, Indrani Putri


VIVAnews -- Pasangan ini sudah kenyang dengan penderitaan. Hidup mereka miskin, tak punya pekerjaan, luntang-lantung di jalanan, dan tinggal di kolong jembatan di Sao Paulo, Brasil. Namun, hati Maranhao Rejaniel de Jesus Silva Santos (36) dan pasangannya, Sandra Regina Domingues luar biasa kaya.

Pada Minggu 8 Juli 2012, sekitar pukul 03.00 dini hari, mereka yang sedang terlelap di kolong Jembatan Azevedo terbangun saat mendengar raungan alarm memekakan telinga. Penasaran, Santos dan Domingues memutuskan untuk mendekati asal alarm, yang ternyata berasal dari sebuah restoran Jepang yang jadi korban perampokan.

Seperti dimuat laman Folha do Sao Paulo, beberapa waktu kemudian, di tengah jalan, Santos menemukan dua koper berisi uang diletakkan di bawah pohon sebelah halte bus. Satu koper berisi uang kertas, lainnya penuh berisi koin. Di dekatnya tergeletak bon dan bukti transaksi kartu kredit.

Dari bukti transaksi, diketahui bahwa uang tersebut dicuri dari restoran Hokkai Sushi yang baru dirampok. Diduga, uang itu sengaja ditinggal oleh para perampoknya karena banyak petugas yang sedang berjaga, dan akan diambil begitu keadaan sudah aman. Uang yang mereka temukan tak tanggung tanggung. Senilai 20.000 real Brazil atau Rp92 juta.

Namun, alih-alih mengambilnya dan menganggap sebagai "rezeki jatuh dari langit", Santos memutuskan untuk mengembalikannya. "Saya langsung terpikir untuk lapor polisi," kata pria yang sehari-hari mengais rezeki dengan memulung sampah plastik.

Kejujurannya juga memukau polisi yang menerima pengembalian itu. "Saat polisi datang dan menjumpai uang sebanyak itu, mereka nyaris tak percaya aku mengembalikannya."

Salah satu pemilik restoran yang dirampok, Daniel Uemura juga heran bukan kepalang saat mengetahui yang menemukan uang miliknya adalah seorang tunawisma.

"Ini merupakan contoh kejujuran dan kerendahan hati. Kami sangat bersyukur masih ada orang seperti dia," ujar Uemura, ketika datang ke kantor polisi untuk mengambil uangnya.

Sebagai ungkapan terima kasih, para pemilik Hokkai Sushi menawarkan dua opsi hadiah pada Santos dan Domingues. Pertama, kedua tunawisma ini bisa bekerja di distributor ikan atau toko ikan milik mereka. Kedua, tiket kembali ke Maranhao, tempat tinggal keluarga Santos yang sudah tidak ditemuinya selama 16 tahun.

Ajaran ibu
Sejak hidup di jalanan, Santos terpisah selama 16 tahun dari keluarga dan terutama Sang Ibu. Namun ajaran perempuan yang melahirkannya itu tetap terngiang di benaknya: jangan mengambil apapun yang bukan hakmu.

Itu juga menjadi alasan Santos untuk mengembalikan uang yang ia temukan itu. "Ibu mengajari saya untuk tidak mencuri dan segera lapor polisi jika melihat ada yang berbuat ilegal."

Ia berharap, ibunya yang tinggal di Maranhao melihat putranya muncul di televisi, saat diwawancara sebagai orang jujur yang jumlahnya makin sedikit di dunia. "Aku ingin Ibu tahu, putranya masih ingat apa yang pernah ia ajarkan."

Latar belakang Santos sebenarnya bukan tunawisma. Dia sempat bekerja di bidang konstruksi di Sao Paulo, menikah, dan punya seorang anak.

Setelah bercerai, dia kehilangan semua harta serta kontak dengan anaknya. Dia pun menggelandang hingga akhirnya bertemu Domingues. Tidak dijelaskan opsi hadiah mana yang akhirnya dipilih Santos dan Domingues, yang baru empat bulan merajut kasih di jalanan.

Jumat, 13 Juli 2012

inspirasi : GADIS KECIL PENDERITA LEUKIMIA BERHATI MULIA


SUMBER :  Zakirman Tanjung
 
Ini adalah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang cantik, yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan berhati lugu dan polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah 'saya pernah datang dan saya sangat penurut'.

Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan
sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dia bagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang 'papa' yang mengadopsinya. Lelaki berumur 30 tahun itu bertempat tinggal di Kecamatan Suang Liu, Kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu, Provinsi She Cuan.

Karena miskin, maka selama ini lelaki itu tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30 November 1996, tanggal 20 bulan 10 imlek, adalah saat di mana lelaki itu menemukan anak kecil tersebut di atas hamparan rumput. Di sanalah ia menemukan seorang bayi kecil yang sedang
kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah, dia berpikir, kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka
kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati lelaki itu memeluk bayi tersebut. Dengan menghela napas dia berkata, "Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan."

Kemudian lelaki itu memberikan nama Yu Yuan untuk bayi malang itu.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak. Tidak ada air susu ibu (ASI), juga tidak mampu membeli susu bubuk, dia hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka, dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit- sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.

Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan
bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan.

Di tengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa. Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput.

Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya.

Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya, diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.

Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mengalami mimisan. Pada suatu pagi, saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Meski dengan berbagai cara, dia tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik.

Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak, kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal, memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang.

Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam ke sanak saudara dan teman, ternyata uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu-satunya. Tetapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan merasa sedih pula. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir di kala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa, saya ingin mati."

Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun, kenapa mau mati?"

"Saya adalah anak yang dipungut. Semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang
berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga, setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, mengajukan dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto.

Yu Yuan berkata kepada papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya, lihatlah foto itu."

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto.

Yu Yuan kemudian memakai baju barunya, dengan pose secantik mungkin ia berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar.

Kalau bukan karena seorang wartawan, Chuan Yuan, yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, kisah tentang Yu Yuan mungkin akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail; cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri, akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng.

Banyak orang yang tergugah pada seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka saling mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu
sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah terumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.

Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta-kasih banyak orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana pun dihentikan, tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah
tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di email bahkan menulis, "Yu Yuan, anakku yang tercinta. Saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat.

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat.

Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min, berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.

Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata.

Yu Yuan dari lahir sampai maut hendak menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu- malu memanggil Shii dengan sebutan Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik".

Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen di mana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan via email.

Selama dua bulan Yu Yuan menjalani terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang
pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan, "Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?"

Wartawan tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik hati."

Yu Yuan kemudian berkata, "Tante, saya juga mau menjadi orang yang baik hati."

Wartawan itu pun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik."

Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu Yuan kaget sekali ketika membuka dan membaca surat tersebut. Ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang
menghadapi sebuah kematian dan di atas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan 'Tante Fu Yuan' dan diakhiri dengan 'Selamat tinggal Tante Fu Yuan'.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat 'Tante Wartawan'. Di belakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.

"Sampai jumpa, Tante(!), kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada Pemimpin Palang Merah, setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya, agar mereka lekas sembuh."

Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh", demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.

Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk
bertahan hidup. Dokter dan perawat pun
secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat.

Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi, mereka tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini; melihat malaikat kecil yang cantik dan suci bagaikan air bening,
sungguh telah pergi ke dunia lain.

Di Kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka-cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil di atas
langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah...."

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu
Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang
diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Di atas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30
November 1996 - 22 Agustus 2005). Dan, di belakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan.

Dua kalimat terakhir adalah di saat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian dan Wang Jie.

Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari
keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil
melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis di raut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda; terimakasih Dik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata 'Aku pernah datang dan aku sangat patuh'."

Selasa, 01 Mei 2012

Cara Hentikan Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Orang Lain


Sabtu, 28/04/2012 12:24 WIB
sumber :

Devi Larasati - wolipop

Jakarta - Membandingkan sudah menjadi sifat dasar manusia. Walau bisa bantu mengevaluasi diri, tapi tak jarang kebiasaan itu berujung dengan rasa iri dan dengki.

Oleh karena itu, cobalah untuk berhenti membandingkan dan mulailah menghargai diri sendiri serta orang lain. Berikut ini cara menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, seperti yang dikutip dari Huffingtonpost.

1. Apakah Anda mempunyai orang yang selalu membuat iri? Misalnya, partner kerja, atasan, atau teman dekat. Jika ya, cobalah mengubah rasa iri tersebut menjadi motivasi untuk diri sendiri. Jadikan orang-orang tersebut sebagai latihan untuk menghadapi sikap orang lain.

2. Menghilangkan kebiasaan membandingkan memang tak muda. Diperlukan kerendahan hati yang begitu besar. Oleh karena itu, cobalah ubah pola pikir Anda dengan tidak selalu merasa kurang. Geser pola pikir Anda dengan berkonsentrasi pada apa yang telah dimiliki dan membuat Anda bahagia.

3. Berikan pada orang lain apa yang Anda harapkan darinya. Apabila Anda ingin orang lain menghargai Anda, cobalah belajar untuk menghargainya terlebih dulu. Begitu juga, jika Anda ingin dicintai, berikan cinta juga. Ingat, apa yang Anda tanam itulah yang Anda tuai.

4. Pelajari hal positif dari orang yang buat Anda iri. Singkirkan pikiran bahwa Anda 'kurang', dan lakukan perbaikan diri. Mengutip dari perkataan Yoko Ono --janda John Lennon-- yang mengatakan," Ubah kecemburuan menjadi kekaguman, dan apa yang Anda kagumi menjadi bagian dari hidup Anda."

5. Berikan doa baik kepada orang yang membuat Anda iri. Mungkin terdengar klise, tapi hal ini bisa bantu Anda mengubah energi negatif menjadi lebih positif.

Minggu, 22 April 2012

Hiduplah 1 Jam Dengan....???

 sumber :
 
Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, "Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?".

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak, nak".

Putri kecil ini kemudian balik memandang ayahnya dan berkata lagi, "Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?"

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

"Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa
melakukan kesalahan?"

Ayahnya tertawa, "Mungkin tidak bisa juga, nak".
"OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa
dalam 1 jam saja?".

Akhirnya ayahnya mengangguk, "Kemungkinan besar... bisa, nak "

Anak ini tersenyum lega.

"Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar...."

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara
kita menjalani hidup ini. Dari latihan yang paling kecil dan
sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa
yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,
dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny.....

Hiduplah 1 jam ...
tanpa kemarahan,
tanpa hati yang jahat,
tanpa pikiran negatif,
tanpa menjelekkan orang,
tanpa keserakahan,
tanpa pemborosan,
tanpa kesombongan,
tanpa kebohongan,
tanpa kepalsuan...

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam
berikutnya.. .

Hiduplah 1 jam DENGAN
dengan kasih,
dengan sukacita,
dengan damai sejahtera,
dengan kesabaran,
dengan kelemah lembutan,
dengan kemurahan hati,
dengan kerendahan hati..

(coppast)

Sabtu, 14 April 2012

Kisah Akibat Membuka Aurat di Facebook (Renungan)

 sumber:
Alwy Kuta Hardtobeforgotten

Kisah ini mengenai seorang hamba Allah. Dia merupakan seorang wanita yang aktif berfacebook. Dalam facebook nya mempunyai banyak koleksi foto yang tidak menutup aurat. Selepas dia meninggal dunia, ibunya senantiasa bermimpi dia merayu kepada ibunya supaya menghapus foto-fotonya yang tidak menutup auratnya di Facebook. Malangnya tiada siapa yang mengetahui password Facebooknya.

Jadi, kemungkinan besar, rohnya tidak tenang dengan dosa auratnya yang dibiarkan begitu saja menjadi tatapan umum dan ingatlah, azab untuk kita yg sengaja membiarkan aurat kita dilihat oleh lelaki bukan mahram adalah dosa yang besar dan dapat membawa ke dalam Api Neraka Allah Ta'ala.

Cerita ini menjadi ikhtibar dan pelajaran buat kita, supaya tidak mengupload gambar kita yang tidak menutup aurat dengan sempurna, kita tak tahu bila kita akan Mati… Jadi, tolonglah kalau anda Sayangkan diri anda, Hapuslah gambar yang tidak sepatutnya.

Sebarkan suara Islam yang benar, Inilah penjajahan yang dibawa oleh Globalisasi Dajjalism. Sehingga Yang WAJIB ini kita main-mainkan dan Dosa ini kita lakukan tanpa RASA APA-APA. Ingatlah aurat laki-laki yang harus dijaga diantara lutut dan pusar sedangkan madzhab syafii ada keringanan bagi wanita yg bekerja untuk membuka wajah dan kedua telapak tangannya.

Sadarlah ,WALAU IKHLAS ATAU TIDAK YANG NAMANYA MENUTUP AURAT WAJIB DILAKUKAN, Jika Ikhlas maka Berpahala tetapi jika tidak Ikhlas maka sekurang-kurangnya TERHINDAR DARI DOSA.

Jangan dijadikan Ikhlas sebagai Alasan untuk menghalalkan yang Haram.
Ingat ini Saham dosa kita yg ditatap oleh ribuan orang bahkan lebih dari jutaan saat yang dengan mudahnya melihat foto kita.

Apabila telah sampai masanya – baru lah Penyesalan Sudah Tidak Berguna.
Akhir kalam, semoga roh dia dicucuri rahmat Ilahi. (Ust.Reza Assegaf)

Terlepas benar atau salah cerita di atas, menurut aurat memang menjadi kewajiban (wallahu a'lam )

Semoga Bermanfaat ...

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …

---Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA---

Jumat, 13 April 2012

KISAH UANG

  1. SUMBER : 

    KISAH UANG ....

    Uang Rp1000 dan Rp100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama di cetak dan diedarkan Bank Indonesia. Mereka keluar pada saat bersamaan, berpisah dari bank, lalu beredar di masyarakat.


    Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda, terjadilah percakapan


    Rp100.000 : Kenapa badanmu begitu lusuh, kotor dan bau amis?


    Rp1.0
    00 : karena begitu keluar dari bank, aku langsung ke tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan hingga tangan pengemis. Kalau kamu, kenapa kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?

    Rp100.000 : karena begitu keluar dari bank, aku langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan hotel berbintang. Keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.

    Rp1000 : pernahkah engkau mampir ke tempat ibadah?

    Rp100.000 : (terdiam, lalu) Jarang sih, bahkan banyak di
    antara kami yang belum pernah.

    Rp1.000 : ketahuilah, walaupun keadaanku seperti ini, setiap Jum'at aku selalu mampir di masjid-masjid dan di tangan anak yatim. Karena itu, aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku dipandang manusia bukan sebuah nilai, tapi yang mereka pandang adalah sebuah manfaat....

    Akhirnya menangislah uang Rp100.000 karena merasa besar, hebat dan tinggi nilainya tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini ..

Kamis, 12 April 2012

10 Best Performance Indonesian Idol

http://www.tabloidbintang.com/extra/top-list/52855-10-best-performance-indonesian-idol.html 


INDONESIAN Idol telah memasuki tahun ke-8, dan sepanjang hampir 9 tahun sudah banyak penampil yang menunjukan bakat dan atraksi vokal menawan.
Sebelum ajang tahun 2012 ini, dari puluhan idola, pastilah banyak yang masih membuat Anda terkenang.
Setelah mengamati selama 8 musim, penulis memiliki 10 penampilan paling diingat. Terbaik

Ya, memang sih relatif. Penampilan terbaik versi kami, mengambil parameter suara, keunikan, menyentuh, dan kedalaman kisah yang membuat penonton merasakan emosi si kontestan.
Yang pasti pecinta Indonesian Idol pasti bisa saling berbagi cerita dan mengenang bersama. Berikut penampilan terbaik sepanjang musim Indonesian Idol versi kami:

1.    Joy Tobing “To Love You More”
Hampir semua penampilan Joy Tobing dapat pujian. Tapi mungkin penampilan berkesan diantara sederet penampilan dia yang bagus adalah saat dia menyanyikan lagu “To Love You More”. Selain memang  sangat mengidolakan sang penyanyi asli, Celine Dion. Joy juga sangat menguasai liukan liukan jenis lagu seperti ini. Klimaks yang diberikan pada beberapa part sangat pas.  Selain bertenaga, rasanya belum ada kontestan yang berani menyanyi lagu ini, atau lagi-lagu pilihan Joy yang lain. Mungkin butuh keterampilan vokal yang tidak cetek. Saat ulang tahun Joy, beberapa saat setelah Idol, lagu tersebut kembali dinyanyikan khusus untuk keluarga dan kerabat yang datang.
http://www.youtube.com/watch?v=se9k8nC07Pk&feature=player_embedded
 
2.    Joy dan Delon “The Prayer”
Mungkin diantara semua penampilan inilah duet paling mencengangkan, dipuji, sekaligus awal dari semua kontroversi setelah babak final. Delon yang semula dicela jadi pujaan banyak orang.  Joy yang nggak kalah populer jadi juara. Tapi rekaman live lagu ini kemudian masuk ke album perdana Delon. Untuk penampilan solo sendiri, Delon nyaris tidak banyak dipuji.
http://www.youtube.com/watch?v=6wwKHE95Q5o&feature=player_embedded
 
3.    Winda Viska “Sang Dewi”
Tampil bagus bukan segalanya, masih banyak faktor lain yang membuat seorang kontestan bisa melaju. Winda membuktikan sendiri, penampilan bagusnya  yang dipuji Indra lesmana sebagai lebih bagus dari penyanyi aslinya tak membuat penonton mengirim sms untuknya, Winda tersingkir di babak kedua. Namun penampilan baik tetap penampilan baik. Hasilnya, akan dikenang dan dibicarakan sampai kapanpun dan Winda punya karier yang sangat baik diantara semua kontestan Indonesian Idol manapun.
http://www.youtube.com/watch?v=p7bXQq0O5mw&feature=player_embedded
 
4.    Mike “Bahasa Kalbu"
Mike memang membius, bikin merinding. Itu yang kami rasakan waktu menonton langsung di balai Sarbini. Dengan bahasa Kalbu Kami bisa merasakant suara Mike seperti “memeluk” hangat penonton. Jarang sekali ada lagu yang keluar dari nada yang seharusnya dan Mike mencetak banyak penampilan bagus.
http://www.youtube.com/watch?v=wr6gCLVh02s&feature=player_embedded

5.    Judika “Rocker Juga Manusia”
Agak bingung juga memilih lagu terbaik yang dinyanyikan Judika selama Indonesian Idol 2. Selain lagu “Rocker Juga Manusia” yang mengeksplor kemampuan Judika mendaki nada tinggi, lagu “Jemu” juga cukup membuat mata orang tertuju padanya. Judika menyanyikan kedua-duanya dnegan mempesona, tidak hanya saat di atas panggung spektakuler, tapi juga saat latihan dan rehearsal yang kami datangi.
http://www.youtube.com/watch?v=Xsjp9Zm8K40&feature=player_embedded
 
6.    Monita “Bagaikan Langit”
Saat muncul dengan lagu swing di ajang ini banyak yang terlonjak dengan bakat cewek satu ini. Tapi kemudian juri dan konsep acara yang tak mengijinkan seorang penyanyi bernyanyi dalam satu genre terus menerus, Momon banyak terseok-seok. Tapi lagu “Bagaikan Langit” menjadi semacam master piece Momon yang waktu itu baru duduk di tahun pertama Universitas Trisakti. Nggak heran Monita menjadi kontestan favorit Indra Lesmana hingga saat ini.
http://www.youtube.com/watch?v=_4e_33VVaxc&feature=player_embedded
 
7.    Ihsan “Untukku”
Dari segi apapun bakal banyak yang protes dengan masuknya penampilan ini. Tapi menyaksikan secara utuh Indonesian idol dari waktu ke waktu , rasanya nggak ada yang membuat lebih terkenang dan mengharukan dari penapilan yang satu ini. Indra lesmana,Titi DJ dan Dimas Djay pun sepakat untuk memberi komentar positif untuk penampilan mengharukan ini. 
http://www.youtube.com/watch?v=TKy8Otu5VMg&feature=player_embedded#!
8.    Giselle (Feat Mike Mohede) “Time To Say Goodbye”
Dalam posisi yang sudah kalah segalanya dari lawannya di babak Grand Final, Giselle masih mampu memberikan satu “tendangan” manis lewat penampilan yang cukup baik dalam balutan irama semi klasik.
http://www.youtube.com/watch?v=KRkEBPNqT2I&feature=player_embedded
9.    Rini “Because You Love Me”
Beberapa kali Rini menyanyikan lagu ini, tapi versi pertama yang dia nyanyikan di babak Spektakuler Show paling fresh, berani, dan enak didengar. Sejak menyanyikan lagu ini Rini mulai diperhitungn dan melaju hingga menaklukan Wilson di babak final.
http://www.youtube.com/watch?v=oLYgmi8UXVY&feature=player_embedded 

10.    Nania “Ingin Kumiliki”
Lagu ini seperti teriakan hati Nania yang ingin tampil terus di panggung Indonesian Idol. Sayang Nania harus pulang di babak 3 besar. Tapi penapilan ini cukup membuat disesalkan orang, kenapa bukan Nania yang menjadi lawan Joy di grand final?
http://www.youtube.com/watch?v=wndCkdu6eKg&feature=player_embedded
Penampilan kontestan yang mana yang Anda kenang, mungkin ada yang lain? 
(hari/gur)

Rabu, 11 April 2012

“…BELAJAR MEMBACA TANDA-TANDA dari ALLAH SWT…”

 SUMBER :


Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak…
ketika langit tiba-tiba gelap…
"Bu… apa kita akan binasa…? Kenapa langit tiba-tiba gelap…?"
ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya…
Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku…" ucap sang induk kemudian…
"Itu bukan pertanda kebinasaan kita… Justru, itu tanda baik…"
jelas induk katak sambil terus membelai sang anak…
Dan anak katak itu pun mulai tenang…

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama…
Tiba-tiba angin bertiup kencang…
Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan…
Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin…

Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil…
"Ibu… itu apa lagi…? Apa itu yang kita tunggu-tunggu…?"
Tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya…

"Anakku… Itu cuma angin…" ucap sang induk tak terpengaruh keadaan…
"Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang…!" tambah sang Ibu menenangkan…

Dan anak katak itu pun mulai tenang…
Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan…

"Blarrr……!!!" suara petir menyambar-nyambar…
Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan…
Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa…
Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya…
Tapi juga gemetar… :
"Buuu… aku sangat takut… Takut sekali…" ucapnya sambil terus memejamkan mata…

"Sabar, anakku…!" ucapnya sambil terus membelai sang anak…
"Itu cuma petir… Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang…!
Keluarlah… Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu…
Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang…" ungkap sang induk katak begitu tenang…

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya…
Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam…
angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan…

Tiba-tiba…
ia berteriak kencang… "Ibu, Ibuuuu… hujan datang… Hujan datang……!
Horeeee…………!"

Sahabat Fillah…
Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan…
Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu…
Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan dan menawan…
Tidak disegarkan dengan wewangian harum…

Saat itulah…
tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan…

Persis seperti anak katak…
yang takut cuma karena langit hitam… angin yang bertiup kencang…
dan kilatan petir yang menyilaukan…

Padahal… itulah sebenarnya tanda-tanda hujan…
Padahal… itulah sebenarnya salah satu tanda-tanda anugerah…

Benar apa yang diucapkan induk katak… :
“jangan takut melangkah…
Jangan sembunyi dari kenyataan…
sabar dan hadapi dengan berserahdiri…
Karena Rahmat (hujan) yang ditunggu, Insya Allah, akan datang…
Bersama kesukaran ada kemudahan…
Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan…”

Kesadaran adalah matahari…
Kesabaran adalah bumi…
Keberanian menjadi cakrawala… dan…
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata…

Sahabat Fillah…
inti dari kisah ini adalah tentang…
“tanda-tanda dari Allah SWT yang qt belum pernah mampu menyadari…”

marilah qt mencoba belajar untuk merenungi setiap peristiwa yang terjadi…
maupun yang qt alami dalam hidup ini…

sesungguhnya dari setiap peristiwa yang terjadi dan yang qt alami…
terdapat pelajaran serta tanda-tanda dari Allah SWT…
bisa jadi tanda-tanda tersebut bagian dari Peringatan Allah SWT kepada qt…
bisa jadi pula tanda-tanda tersebut bagian dari Rahmat Allah SWT kepada qt…

masalahnya mengapa qt tidak dapat merasakan atau membaca tanda-tanda tersebut…?

mudah-mudahan kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi qt semua…
untuk lebih mengenal hidup ini…
untuk mencoba belajar mengenal tanda-tanda dari Allah SWT…

mudah-mudahan bermanfaat…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
salam ukhuwah fillah…
“RQ / AA”
Bekasi…

Minggu, 01 April 2012

Saudara Kita : Menderita Benjolan Sebesar Bola Voli, Bocah TK Itu Tergolek Lemah

Minggu, 01/04/2012 17:47 WIB sumber: www.detik.com

 Purwo S - detikSurabaya

Pacitan - Sungguh malang nasib Alfi Nezza Ashara (6). Sudah seminggu lebih puteri pasangan Supriyanto (35) dan Semiyati, warga Dusun Benggle Desa Sambong, Pacitan ini tergolek di rumah sakit setempat. Bocah mungil itu tak henti-hentinya menangis. Dia tak kuasa menahan sakit karena bengkak di pangkal lengannya.

Irah (42), seorang keluarga menuturkan, kelainan yang diderita Alfi terjadi diketahui sejak 2 bulan lalu. Saat itu, muncul benjolan sebesar kepalan tangan. Orang tua pun mengira, gejala itu terjadi lantaran siswa TK tersebut terjatuh saat di sekolah. Oleh karena itu, Alfi dibawa ke dukun pijat.

Ternyata, pengobatan alternatif tak kunjung membawa perubahan. Yang terjadi, benjolan terus membesar. Hari-hari Alfi yang biasanya penuh keceriaan seketika berubah. Tingkahnya yang lincah dengan keceriaan dari wajahnya, lebih banyak berganti tangis. Tiap bergerak selalu terdengar rintihan dari mulutnya.

"Meskipun begitu tapi anaknya masih bermain dan sekolah seperti biasa. Benjolannya ya dibawa kesana kemari," ujar Irah tentang penyakit keponakannya yang sekarang sudah sebesar bola voli, Minggu (1/4/2012).

Sebelumnya, ungkap Irah, upaya medis sudah sering dilakukan. Misalnya membawa pasien berobat ke rumah sakit di Solo. Saat itu, lanjutnya, pihak rumah sakit menyarankan agar pasien menjalani khemotherapi. Hanya, karena alasan biaya, keluarga memilih membawanya pulang. Irah menyebut angka Rp 25 juta tiap pengobatan yang dilakukan seminggu sekali selama 2 tahun.

"Kalau hanya sekali saja mungkin masih bisa diusahakan. Tapi kalau sampai 2 tahun biayanya dari mana," imbuh perempuan berjilbab kepada detiksurabaya.com.

Selain menjalani perawatan di Solo, Alfi juga sempat dibawa ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Hanya saja, upaya mencari kesembuhan terganjal tidak tersedianya ruang perawatan. Alhasil, pasien dibawa pulang. Terakhir, keluarga membawa Alfi berobat ke salah satu dokter spesialis penyakit dalam di Pacitan. Namun karena tidak ada perkembangan signifikan, pasien dibawa pulang.

Rupanya, selama berada di rumah, bengkak di bahu Alfi terus membesar. Puncaknya, benjolan itu pecah dan terus mengeluarkan darah. Khawatir terjadi hal terburuk, keluarga segera melarikannya ke Rumah Sakit Daerah. Saat ini, Alfi berada di Ruang Mawar VII Nomor 20. Badannya tampak makin kurus, sementara selang infus masih menancap di kaki. Sedangkan kedua orang tuanya terus menenangkan sang buah hati yang acap kali mengerang kesakitan.

Kepada wartawan, Supriyanto, mengaku belum memiliki rencana lain untuk kesembuhan anak semata wayangnya. Sebab, hingga hari ke-7 Alfi menjalani perawatan belum ada diagnosa terhadap penyakit yang diderita. Sementara, keterbatasan ekonomi sebagai buruh tani terus membayangi dirinya untuk mengambil tiap keputusan.

"Belum ada rencana apa-apa," katanya singkat.

(bdh/bdh)
sumber : diambil dari http://surabaya.detik.com/read/2012/04/01/174754/1882299/475/menderita-benjolan-sebesar-bola-voli-bocah-tk-itu-tergolek-lemah?y991101465

Jumat, 16 Maret 2012

Ilustrasi Kehidupan Yang Luar Biasa

 sumber :

Seorang dokter sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi. Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampiri dan melabraknya: "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu kalau nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi?"

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tetapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS," kemudian ia menuju ruang operasi.

Setelah beberapa jam, dokter itu keluar dengan senyuman di wajahnya, "Alhamdulillah... keadaan anak anda kini stabil."

Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tsb berkata, "Suster akan membantu anda jika ada yg ingin anda tanyakan."

Si dokter pun berlalu.

"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" kata si ayah pada suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab: "Anak dokter tsb meninggal dalam kecelakaan kemarin sore. Ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung...."

Ooo... jangan pernah terburu-buru menilai, apalagi menyalahkan seseorang, tetapi, maklumilah, tiap jiwa di sekeliling kita tentu menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita.

Αdα air mata di balik setiap senyuman...
Αdα kasih sayang di balik setiap amarah...
Αdα pengorbanan di balik setiap ketidak-pedulian...
Αdα harapan di balik setiap kesakitan...
Αdα kekecewaan di balik setiap derai tawa...

Semoga bermanfaat!
Semoga kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah...

Tersenyumlah...
Senyum mampu membasuh setiap luka
Maafkanlah...
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit

Kamis, 15 Maret 2012

Doa Imam Ali Zainal Abidin

 sumber :
Bismillahirrahmaannirrahiim

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu
hendaklah Kau jaga aku
sehingga aku tidak lagi menentang-Mu
Sungguh, aku bingung dan ketakutan
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
bersamaan dengan banyaknya Anugerah-Mu dan kebaikan
Lidahku telah kelu karena banyaknya dosa-dosaku
Telah hilang wibawa wajahku
Maka dengan wajah yang mana
aku harus menemui-Mu
setelah dosa-dosa membuat wajahku muram?
Dengan lidah yang mana
aku harus menyeru-Mu
setelah maksiat membuat lidahku bungkam?

Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?

Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku, aku?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu,
Padahal Engkau, Engkau?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku telah melawan-Mu?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal aku telah mengenal-Mu?

Wahai Zat yang Maha Kasih
Wahai Zat Yang Maha Sayang
Wahai Zat Yang Maha Pengampun
Wahai Zat Yang Maha Pemurah

Ya Allah,
Sungguh aku malu menyeru-Mu
Padahal aku selalu mengulangi dosa-dosaku
Tetapi, bagaimana mungkin seorang hamba
tidak menyeru junjungannya
Kemanakah pelariannya dan perlindungannya
Jika Kau usir dia?

Ya Allah,
Kepada siapa lagi aku berlindung
jika tidak Kau tegakkan aku
dari ketergelinciranku?
Siapakah yang akan mengasihiku
Jika Engkau tidak mengasihiku?
Siapakah yang akan menyambutku
Jika Engkau tidak menyambutku?
Kemana hendak berlari
Jika harapanku terhempas di sisi-Mu?

Ya Allah,
aku berada antara cemas dan harap
kecemasanku pada-Mu
mematikanku
harapku pada-Mu
menghidupkanku

Ya Allah,
Dosa-dosa adalah sifat kami
Sedangkan maaf adalah sifat-Mu

Ya Allah,
Surga itu tempatnya orang-orang baik
Tetapi jalannya melewati neraka
Duhai beruntungnya
Sekiranya aku mendapatkan surga
aku tidak masuk neraka

Ya Allah,
Bagaimana mungkin aku menyeru-Mu
dan mengharapkan surga
dengan perbuatan ku yang buruk?
tetapi,
bagaimana mungkin aku tidak menyeru-Mu
dan tidak mengharapkan surga
dengan perbuatan-Mu yang baik dan indah?

Ya Allah,
akulah yang menyeru-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
hatiku tidak pernah melupakan zikir-Mu

Ya Allah,
akulah yang mengharapkan-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
tak kan putus harapku akan kasih-Mu

Ya Allah,
akulah yang bertambah panjang usiaku,
bertambah banyak dosa-dosaku,
bertambah panjang musibahku
karena banyaknya dosaku,
bertambah panjang pula harapanku
karena banyaknya ampunan-Mu
duhai junjunganku, Tuhanku
dosa-dosaku besar
tetapi ampunan-Mu
lebih besar
dari dosa-dosaku

Wahai Dia Yang Ampunan-Nya besar
ampunilah dosa-dosaku yang besar
karena tidak ada yang mengampuni dosa besar
kecuali Tuhan Yang Maha Besar

Wahai Tuhanku
akulah yang telah membuat perjanjian dengan-Mu
kemudian aku putuskan janjiku
aku lepaskan tekadku
ketika nafsu menguasaiku
sehingga pagi berbuat sia-sia
dan sore berbuat alpa
Kau tuliskan apa yang kulakukan
dalam siang dan malamku
sesungguhnya Engkau
Maha Pengasih
Maha Penyayang
Maha Pengampun
Maha Pemurah

Ya Allah,
harapanku dariMu hanyalah ampunan
sangkaku padaMu hanyalah kebaikan
selamatkanlah aku dari ketergelinciran

Ya Rabb, sudah terjadi apa yang terjadi

Wahai Dia yang penuh santun pada yang memusuhi-Nya
apakah lagi pada yang mencintai-Nya dan menyeru-Nya

Wahai Dia yang menjawab, bila ada seruan

Wahai Dia yang dengan kebesaran-Nya, menebarkan awan

Engkaulah yang berkata:

siapakah yang menyeru pada-Ku, tidak Aku jawab?
Siapakah yang meminta pada-Ku, tidak Aku beri?
Siapakah yang berdiri didepan pintu-Ku, tidak Aku sambut?

Engkaulah yang berkata:

Aku Maha Pemurah, dari-Ku Kemurahan
Aku Maha Pemberi Anugerah, dari-Ku Anugerah
Diantara anugerah-Ku pada para pendosa
Aku lindungi mereka di tempat tidur mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat maksiat pada-Ku
Aku jaga mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa pada-Ku

Siapakah yang berbuat dosa?
Siapakah yang mengampuni dosa?

akulah yang banyak melakukan dosa
dan Engkaulah yang paling banyak mengampuni dosa

Ya Allah,
buruk benar apa yang kulakukan,
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
indah benar yang Kau lakukan,
dengan segala anugerah dan kebaikan

Ya Allah,
Engkaulah yang menenggelamkan aku
Kedalam karunia, anugerah dan pemberian
akulah yang menenggelamkan diriku
kedalam dosa, kebodohan dan kesalahan
Engkaulah yang terkenal karena kebaikan
akulah yang terkenal karena kemaksiatan

Ya Allah,
telah sempit dadaku
dan aku tidak tahu
dengan obat apa bisa kusembuhkan dosa-dosaku
berapa banyak lagi
aku harus bertaubat daripadanya?
berapa kali
aku harus kembali padanya?
berapa banyak
aku harus menyebutnya pada siang dan malamku?
Sampai kapan ya Allah?
Padahal telah kuhabiskan sisa umurku.

Ya Allah,
Lama deritaku
Rapuh tulangku
Ringkih tubuhku
Tetapi,
Dosa-dosaku
Terus bertumpuk
Diatas punggungku
Oleh karena itu, duhai junjunganku
kuadukan padaMu
kemiskinan dan kefakiranku
kelemahan dan ketakberdayaanku

Ya Allah,
telah tidur semua yang punya mata,
dan beristirahat ditempat tinggalnya
sedangkan kini, gemetar hatiku dan kedua belah mataku
menanti kasihMu
maka kuseru Engkau, wahai junjunganku
perkenankan doaku
penuhi hajatku
cepatkan ijabahku

Ya Allah,
aku menunggu ampunan dariMu
seperti yang ditunggu para pendosa
aku takkan berputus asa dari rahmatMu
yang dinantikan mereka yang berbuat kebajikan
apakah akan kau bakar dengan neraka
wajah yang telah rebah beribadat padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
mata yang telah menangis takut padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
lidah yang telah membaca Al-Qur’an
apakah akan kau bakar dengan neraka
hati yang telah mencintaiMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
tubuh yang telah tunduk merendah dihadapanMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
seluruh anggota badan yang telah sujud rukuk padaMu

Ya Allah,
Kau perintahkan kami berbuat kebajikan
padahal Engkau lebih utama daripada mereka yang diperintahkan
Kau perintahkan kami memberi orang yang meminta
padahal Engkau yang ter baik yang diminta

Ya Allah
jika Kau siksa aku
akulah seorang hamba yang Kau ciptakan
untuk apa yang Kau kehendaki
lalu Kau siksa dia
jika Kau selamatkan aku
akulah seorang hamba yang Kau dapati berbuat kesalahan
lalu Kau selamatkan dia

Ya Allah
Tidak ada jalan bagiku untuk melindungi diri dari dosa
Kecuali dengan penjagaanMu
Tidak ada cara lain bagiku untuk mencapai amal yang baik
Kecuali dengan kehendakMu

Ya Allah tiada daya dan upaya kecuali dariMu
Bagaimana aku melindungi diri
Jika tak Kau sampaikan padaku penjagaanMu

Ya Allah
Kaututupi bagiku dosa didunia dan tidak Kau sebarkan
Maka janganlah Kau permalukan aku
Pada hari kiamat dihadapan penghuni alam semesta

Ya Allah
KemurahanMu meluaskan harapanku
syukurMu menerima amalku
maka bahagiakanlah aku
dalam pertemuan denganMu
dipenghujung ajalku

Ya Allah
sekiranya iman menjadi saksi bagiku
atas keesaanMu
sekiranya lidahku berbicara untuk memujiMu
sekiranya Al-Quran menunjukkan padaku
akan keutamaan anugerahMu
maka bagaimana mungkin hilang harapanku akan janjiMu?

Ya Allah,
akulah yang membunuh diriku dengan pedang kemaksiatan
sehingga pasti memperoleh dari sisiMu
penolakan dan pemutusan
selamatkanlah aku ya rabb, selamatkan aku
masihkah ada bagiku sedikit wajah kebaikan di hadiratMu

Ya Allah
adam telah menentangMu
lalu Kau ampunkan dia
mahkluk dari keturunannya juga menentangMu
wahai yang memaafkan penentangan ayah
ampuni juga anak yang maksiat kepadaMu
dari keturunannya

Ya Allah
Kau ciptakan syurga
Untuk orang yang mentaatiMu
Kau janjikan didalamnya
Apa yang tak tergetar dalam hati
Lalu kuperhatikan amalku
kulihat amalku lemah
ku hitung-hitung diriku
aku tidak mampu mensyukuri nikmat
yang Kau anugerahkan kepadaku
dan
Kau ciptakan neraka
Untuk orang yang maksiat padaMu
Kau janjikan didalamnya
Belenggu nyala api dan siksa

Ya rabb, aku takut, dipastikan masuk kedalamnya
Karena besarnya dosaku
Banyaknya kesalahanku
Terdahulunya kemaksiatanku

Tetapi ya Allah,
Tidak ada dosa yang terlalu besar bagiMu
Untuk Kau ampunkan bagiku
Dan bagi siapapun yang dosanya lebih besar dariku
Karena kecilnya derajat kami dalam KerajaanMu
Dengan segala keyakinan, harapan, dan kepasrahanku

Wahai Dzat yang Maha Besar
Maha Agung
Maha Tinggi
Maha Suci
Maha Benar
Maha Agung Engkau ya Allah dengan segala sifat dan Asma-Mu

Ya Allah,
Kau jadikan bagiku musuh yang memasuki hati,
Menempati bayangan dan fikiranku
Maka kemanakah aku harus berlindung
Jika tidak ada perlindungan dariMu

Ya Allah
Sungguh syetan itu jahat dan buruk
Banyak makarnya
Berat permusuhannya
Lama persengketaannya
Bagaiman mungkin selamat
Orang sekampung
Sedang dia penipunya
Hanya saja kudapati tipuannya lemah
Hanya kepadaMu kami beribadah
Dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan
Hanya kepadaMu kami memohon penjagaan

Tiada daya dan upaya kecuali dariMu

Ya Karim ya Karim ya Karim

Amin ya Rabbal alamin

Selasa, 13 Maret 2012

Doa Sang Pendoa

 Sumber:

Ya Allah,

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas

Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra

Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi

Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas

Allahu Robbi...

Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU

Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi …
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Allahu Rabb…………..baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air

Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU

Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU

Diri yang tangannya banyak maksiat ini,

Mulut yang banyak maksiat ini,

Mata yang banyak maksiat ini…

Hati yang telah terkotori oleh noda ini…memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Ya Allah…Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU

Semua makhlukMU meminta kepada MU

dan pintaku….

Ampunilah aku, keluargaku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku

Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturanMU

Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Engkau percayakan kepada kami…Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU

Ya Allah….Siangku tak selalu dalam iman yang teguh

Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,

Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU

Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit

Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau….dalam maksiat kepadaMU “Ya Allah Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!”

JATUH, berdiri lagi KALAH, mencoba lagi GAGAL, bangkit lagi,

 Kiriman dari :

Kita pernah "DILUKAI" dan pernah "MELUKAI" tapi karena itu kita BELAJAR tentang bagaimana cara MENGHARGAI, MENERIMA, BERKORBAN dan MEMPERHATIKAN.

Kita pernah "DIBOHONGI" dan pernah "MEMBOHONGI", tapi dari situ kita belajar tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan Dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur,
Tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi,
Sampai saatnya "SANG PENCIPTA" berkata:
"Waktunya PULANG"

Merasa Tidak Cantik? Syukurilah

  • Sumber :
     
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Ukhty merasa tidak cantik? Syukurilah,
    ►Dengan begitu Ukhty bisa menghindar dari godaan kaum Adam yang lemah iman.

    Ukhty merasa tidak cantik? Syukurilah,
    ►Dengan begitu Ukhty bisa terhindar dari pandangan-pandangan nakal kaum Adam.

    Ukhty merasa tidak cantik? Syukurilah,
    ►Dengan begitu Ukhty bisa terhindar dari fitnah kecemburuan wanita lainnya.

    Ukhty merasa tidak cantik? Syukurilah,
    ►Dengan begitu Ukhty bisa terhindar dari pujian-pujian kaum Adam yang kadang memabukkan.

    Dan Ukhty merasa tidak cantik? Syukurilah,
    ►Dengan begitu jika berjodoh Ukhty akan bisa mendapatkan pasangan yang mencintai Ukhty apa adanya.

    Yah,
    Ukhty akan mendapatkan seorang Imam yang benar-benar mau menerima Ukhty dengan segala kekurangannya.

    Biarlah dengan segenap kekuatan iman di dada Ukhty,
    Dengan segenap keterbatasan yang ada pada Ukhty,
    Dengan segenap harapan Ukhty,

    Tetaplah Ukhty berharap dan berusaha menjadi sosok wanita shalehah,
    Yang tak pernah merasa lelah untuk selalu berusaha mengejar kecantikan di Hadapan Allah.
    Bukan mengejar kecantikan di mata manusia belaka.

    Agar Ukhty benar-benar mengalahkan kecantikan para Bidadari di Surga sekalipun,

    Dan pada akhirnya Ukhty akan menjadi wanita yang mendapatkan Ridha-Nya.

    Semoga bermanfaat Ukhty
      ,

Pesan Untuk Kita Semua

 sumber :
 ✓ Lebih Baik Punya 1 teman yang mengerti kamu dari pada punya 100 teman yang hanya sekedar status dan kenal Nama.

✓ Meski kadang sudah menjadi sosok Terbaik, namun tak selalu dipandang baik, maka janganlah berhenti berbuat Baik.

✓ Jangan Menilai seseorang dari fisiknya, percaya atau tidak? Wajah, Harta, kekuasaan dan jabatan bisa menipu.

✓ Jadilah dirimu sendiri, temukan orang yang mencintaimu tak hanya dikala kamu 'di atas', bahkan ketika kamu jatuh 'di bawah'

✓ Jangan mengatur orang lain, jika bahkan diri sendiri tak ingin diatur oleh orang lain. (Beda ceritanya kalau atasan ngatur bawahan, coz itu memang prosedurnya.)

✓ Nikmati Hidup, Jalani setiap hari dengan penuh syukur, maka senantiasa akan bahagia. (Ga percaya? Cobain aja)

✓ Jangan jadi kacang lupa akan kulitnya, minum air harus mengerti asal sumber air, manusia juga harus ingat dari mana ia berasal.

✓ manusia hidup dengan menatap kedepan, bagaimana waktu seharusnya berputar. (Ga percaya? Lihat saja, sebagaimana manusia di ciptakan kakinya untuk berjalan maju bukan berjalan mundur.)

✓ Masa lalu perlu di ingat sebagai bagian dari kenangan dan pembelajaran hidup, namun tak perlu disesali.

✓ Cantik dan Tampan? Semuanya hanya Khayalan Belaka. Jangan terikat akan itu.

✓ Cintai Pekerjaanmu maka kamu takkan terbeban, senantiasa penuh sukacita, dan selalu Bersemangat.

✓ Tanggung Jawab adalah Kepercayaan. Terima dan jalankan dengan penuh Kejujuran....